Sinar Harapan , Cibinong – Keterbatasan lahan tak mesti mengekang hobi pertanian. Sebagian pehobi coba kutak-kutik. Mereka tetap melakukan hobi berkebun walau ruang yang tersedia tak cukup luas. Jangan sebut kata luas, tapi pas-pasan. Lewat sebuah kebetulan, muncul alternatif baru untuk menjawab kelangkaan lahan tadi. Dari situ, pilihan tempat untuk menanam tak lagi terbatas di lahan terbuka, macam pekarangan atau kebun, namun sudah merambah pada media pot. Inilah yang disebut tanaman buah dalam pot atau yang di kalangan pehobi disebut ”tabulampot”.

Bayu Dwi Mardana
Lily Turangan tampak asyik merawat tanbulampot kesayangan. Bagi pehobi berkebun di kota, tanbulampot bisa jadi alternatif yang menarik.
”Tanbulampot memang dikenal sebagai solusi bertani bagi orang-orang kota. Dengan lahan sempit, orang-orang kota itu ingin bisa menikmati buah dari pohon yang mereka tanam,” ungkap Lily Turangan (57), salah seorang pehobi tanaman di bilangan Cileungsi, Kabupaten Bogor. Ibu yang mengaku cinta tanaman sejak usia sekolah dasar ini amat tergila-gila dengan tanaman buah dalam pot. Buktinya, ia tak cuma menanam pohon buah dalam pot saja tapi ikut mengembangbiakkan tanaman itu.
Menurut Ir. Joesi Endah, penggemar tanaman yang juga konsultan pertanian, budi daya sistem tanaman buah dalam pot tak hanya melahirkan solusi bertani bagi orang kota atau pemilik lahan sempit, namun juga mengandung kolaborasi antara teknologi pertanian dan nilai estetika.
Awalnya, cara bertanam di dalam pot hanyalah sebagai kegiatan iseng beberapa penangkar buah. Ini dilakukan karena bibit tanamannya tak banyak yang laku terjual. Kejadian ini berlangsung pada awal delapan puluhan. Saat itu, urusan jual-beli bibit tanaman buah belum semeriah sekarang.
Khawatir bibit yang tak laku tumbuh terus, para penangkar itu nekat menanamnya dalam pot. Perawatan yang dilakukan pun tak jauh beda ketika bibit itu ditanam di tanah lapang. Hasilnya, sungguh di luar dugaan. ”Mereka bisa tetap mendapat buah. Bahkan lebih rajin berbuah dan tanamannya mudah didapat,” kata Joesi, insinyur pertanian jebolan Institut Pertanian Bogor (IPB).
Ada sejumlah keuntungan bila memelihara tanaman buah dalam pot di sekitar kita. Paling gampang, kebutuhan gizi dan vitamin keluarga bisa terpenuhi berkat buah yang hadir hampir sepanjang musim. Belum lagi, unsur penghijauan rumah meski hanya punya lahan pas-pasan. Unsur estetika dan keindahan pun bisa muncul. Coba saja lihat saat tanaman itu semarak berbuah. Warna kuning ranum berpadu hijau daun yang cantik. Lagi pula ukuran tajuk tanaman ini tergolong ”kompak” sebab tingginya hanya sekitar 1 sampai 2 meter saja.
”Penempatan secara soliter di teras atau di dalam ruangan bisa dilakukan sesuai kebutuhan dan kondisi tanaman. Ia juga bisa dipadukan dengan tanaman hias di taman atau halaman rumah,” ujar Joesi tentang fungsi estetika tanaman buah dalam pot.
Beragam tanaman buah saat ini sudah banyak yang berhasil dibudidayakan dengan distem pot. Lily Turangan menyebut enam jenis tanaman buah yang biasa ia tanam dengan teknik ini. ”Dari pengalaman saya, jenis mangga, jambu biji, belimbing, jeruk, srikaya dan kedondong mudah berbuah dan hidup dalam pot.”
Ada yang mudah, tentu ada pula yang sulit. Jenis alpukat, durian, gandaria dan nangka besar adalah beberapa contoh tanaman buah yang sulit ditanam sebagai tanaman dalam pot. Sedang jambu bol, jambu mawar, manggis, duku, jamblang, lengkeng, nangka madu dan rambutan termasuk contoh yang agak sulit dibudidayakan sebagai tanaman dalam pot.
Lima Syarat
Agar tanaman dalam pot rajin berbuah, Lily dan Joesi sama-sama menyebut sejumlah syarat yang harus dipenuhi. Paling tidak ada lima syarat tumbuh atau faktor yang jadi pertimbangan.
Pertama, pemilihan jenis tanaman yang sesuai dengan ketinggian tempat. Kedua, pemilihan bibit tanaman. Diikuti pemilihan media tanam dan pot. Lalu pemupukan yang efektif dan terakhir, pengendalian hama dan penyakit tanaman.
Pengetahuan asal-usul tanaman harus sudah nyantol di otak sebelum memutuskan menanam suatu bibit tanaman buah dengan teknik pot. Ini penting. ”Jangan sampai stroberi dan apel yang merupakan tanaman di daerah dingin, ditanam di dataran rendah. Wah, mana mau berbuah dia,” kata Joesi memberi perumpamaan. Umumnya, semua jenis tanaman buah hanya dapat berbunga dan berbuah dengan baik bila ditanam di daerah berketinggian sekitar 400 m dpl.
Pemilihan bibit juga tak kalah penting. Bibit yang baik tentu akan menghasilkan – secara kualitas dan kuantitas – pertumbuhan dan perkembangan tanaman yang jempolan. ”Saya menganjurkan untuk memilih bibit tanaman buah yang jelas asal-usulnya. Artinya, bibit dibeli dari penangkar tanaman yang baik dan terpercaya,” ucap Lily.
Urusan bibit selesai, langkah berikut menyiapkan media tanam dan pot. Kata Joesi, media tanam yang digunakan untuk tanaman buah dalam pot sebaiknya memenuhi syarat minimal, yaitu mengandung tanah sebesar 50 %, pasir 20 % dan bahan organik 30 %.
Dari syarat minimal tadi, bisa diterjermahkan menjadi berbagai macam komposisi bahan dasar sebagai media tanaman buah dalam pot. Bahan dasar untuk media tanam terdiri atas tanah, pupuk kandang, kompos, pupuk kimiawi dan bahan lain sebagai tambahan.
Pemilihan pot yang tepat menjadi modal awal bagi pertumbuhan tanaman. Pot yang digunakan bisa dipilih dengan memanfaatkan kaleng biskuit bekas, sisa galon air mineral, ember tak terpakai, drum bekas senyawa kimia dan lainnya. Agar menghindari kontaminasi zat, Lily menyarankan membeli wadah yang sudah dicuci. Wadah favorit tetap dipegang belahan drum bekas. Wadah ini mampu menampung seluruh sistem pengakaran.
Pemupukan harus dilakukan dengan dosis tertentu. Kelebihan dan kekurangan dosis tentu berdampak buruk bagi tanaman itu. Jenis pupuk yang bisa dipilih memang beragam. Yang pasti, tanaman buah butuh unsur hara makro, seperti N, P, K dan unsur hara mikro macam Ca, Mg dan S. Unsur hara mineral itu merupakan sumber nutrisi bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Cermati pula waktu dan cara pemupukan.
Langkah terakhir, pengawasan terhadap hama dan penyakit tanaman. Faktor pengganggu ini jangan sampai mengacaukan mimpi Anda untuk memanen buah. Bayangkan betapa kecewanya hati ini saat mengetahui pertumbuhan tanaman buah terhambat oleh hama dan penyakit.
Pada tanaman buah juga dikenal teknik pemangkasan. Tujuannya, kata Joesi, untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan produksi. Pemangkasan juga mampu menjaga kelembaban tanaman sehingga tak mudah terserang hama dan penyakit.
Berdasar umur tanaman, pemangkasan terbagi menjadi tiga, yaitu pemangkasan pada pembibitan, pemangkasan tanaman yang belum menghasilkan dan pemangkasan tanaman yang sudah menghasilkan. Sedang dilihat dari tujuannya, pemangkasan dibedakan menjadi empat, yaitu pemangkasan bentuk, pemeliharaan, produksi dan peremajaan.
Bagi sebagian pehobi, tanaman buah dalam pot bisa jadi lahan bisnis yang menarik. Dengan perawatan yang cermat, tanaman buah dalam pot mampu menyedot perhatian siapa saja.
Tajuk tanaman yang tak terlalu tinggi dengan disusupi gerombol buah di ujung cabang, apalagi saat dicicipi buahnya, terasa manis dan segar, siapa yang tak kepincut. Jadi jangan heran bila ada tanaman buah dalam pot yang mampu mencapai seharga tiga juta rupiah. Wow!
(SH/bayu dwi mardana)
Jambu biji termasuk salah satu jenis tanaman buah yang mudah ditanam dan berbuah dengan teknik tanbulampot.
Copyright © Sinar Harapan 2002

Nur Aini Rakhmawati berkata,
14 Januari, 2007 @ 12:30 am
butuh ketlatenan ya …
btw, apakah tanaman buah yang cocok untuk daerah panas seperti surabaya ya ?
muktiprayitno berkata,
15 Januari, 2007 @ 7:37 am
Betul sekali, telaten… kata yg tepat utk mewakili kegiatan merawat tanaman.
Juga harus rela berkorban waktu dan uang serta kemauan utk menyerap ilmu-ilmu baru. Tapi, semua itu menjadi menyenangkan bila memang hobi.
Kita sering dengar seekor ikan arwana atau sebuah aglonema yg berharga puluhan bahkan ratusan juta rupiah. Kadang kita berpikir itu tidak masuk akal.
Tapi kalo sudah hobi, no problem. Hobi tidak sama dengan uang.
Btw, Kita sebenarnya beruntung lahir dan besar di daerah tropis. Hampir semua jenis buah-buahan itu ada di daerah tropis. Saya pernah lama di Korea yg beriklim Subtropis. Kasihan mereka, di sana itu hanya ada apricoat, semangka, apel, pear. Kalo mau mendapatkan duren, mangga, pisang, mereka harus merogoh kocek dalam2. karena harganya mahal sekali. maklum buah impor.
Saya rasa utk daerah Surabaya sama panas seperti Bekasi. Tabulampot favorit seperti mangga, jambu air, dll cocok juga di sana. Yang penting Kita mau merawatnya. Telaten….
Semoga bermanfaat…
Mari berkebun…
Salam
Mukti Prayitno
nila berkata,
29 Januari, 2007 @ 4:04 pm
mas mukti… waduh saya tertarik sekali dg tabulampot ini, klo di surabaya ato malang bs beli dimana ya? maklum ndak tau.. pengennya sih kelengkeng, rambutan, mangga, kesemek, kecapi, buah dr papua (matoa), jambu air, wuah banyak deh (kayak toko bua ya), klo ada info lengkap tulung saya dikirimi email ya mas. Kebetulan ada sepetak tanah kecil en mungil yg bisa saya manfaatkan.. soale pengen punya tanaman buah yg makin susah dicari
Gundul berkata,
17 Februari, 2007 @ 8:19 am
Tabulampot apa yang cocok untuk daerah Jember Jawa Timur
anam berkata,
22 Februari, 2007 @ 11:29 am
Sebagai orang yang awam ttg tabulampot saya ,mulai coba menanam mangga manalagi dan jambu merah. Namun akhir-akhir ini di musim penghujan mulai datang hama ulat hijau berbulu yang memakan daun mangga. Saya ingin mengendalikannya dengan obat non kimia. Obat apa ya yang bisa dipakai dan tidak mengganggu kesehatan lingkungan karena saya menanam di halaman rumah yang sempit. terimaksih informasinya.
meilantika berkata,
22 Februari, 2007 @ 12:04 pm
saya senang menanam pohon2 bumbu dapur, seperti kunyit, kencur, jeruk purut, jeruk sambel, jahe, kemangi dll di pot plastik, berhubung halaman yang tidak begitu luas.
agar tanaman sehat dan subur, bagaimana cara merawatnya ya.
oh ya, saya tinggal di bandung selatan yg hawa nya agak panas, tidak seperti di lembang.
terima kasih ya, websitenya sangat membantu sekali. update terus
salam.
muktiprayitno berkata,
22 Februari, 2007 @ 3:21 pm
Senang sekali Saya, website yg iseng2 ini bermanfaat bagi banyak orang.
Tanaman jenis bumbu dapur paling gampang ngerawatnya, apalagi kalau di Pot. Rajin-rajin aja di siram, 2 x sehari pagi dan sore. Tapi jangan kebanyakan ya, Mba. Kalau air sudah menetes dari lubang bawah pot itu artinya cukup. Tips kedua, rajin2 menggemburkan tanahnya, agar cukup nitrogen meresp ke perakaran. Kalau pupuk kimia, ngga usah lah… Apalagi jika saat ibu menanamnya memakai media pupuk kandang.
Tanaman bumbu dapur di sebelah rumah tumbuh dengan subur padahal Saya tanam begitu aja di tanah.
Semoga bermanfaat
Mari berkebun..
Salam
Mukti
muktiprayitno berkata,
22 Februari, 2007 @ 3:40 pm
Tips untuk Mas Anam :
1. Jauhkan TaBuLamPot Mangga dan Jambunya daunnya bersentuhan dg pohon lain. Ini berpotensi menularkan ulat.
2. Pangkas habis daun tanaman yg sudah terjangkit ulat, sisakan 5-10 lembar daun per batang ( jd total ada sekitar 75 lembar daun yg sehat.
3. Kalau Anda di daerah kota nyari pestisidanya di supermarket (Giant, atau carefour). Kalau merknya Saya ngga hapal.
4. Biasanya Saya cukup memakai baygon semprot utk membunuh ulat atau dengan cara manual aja…
Semoga bermanfaat
Mari berkebun…
Salam
Mukti
anam berkata,
23 Februari, 2007 @ 9:49 am
Saluuuuut buat respon yang cepat dari Mas Mukti. Thanks.
Paijo berkata,
9 Maret, 2007 @ 2:36 pm
Bagus sekali, bisa menjadi solusi untuk kekurangan lahan pertanian di kota-kota karena bisa ditempatkan di atap gedung maupun di tempat sempit. Supaya mudah dipindah, mungkin bagus kalau potnya diberi roda atau ditempatkan di atas papan beroda. Terimakasih dan salam eksperimen.
Arie berkata,
9 April, 2007 @ 3:32 pm
Saya tinggal di Paris. kira2 tanaman jambu biji cocok nggak ya dengan iklim di sini ?
Terima kasih sebelumnya.
poer berkata,
17 April, 2007 @ 11:45 am
saya tertarik dengan tabulampot……
cuma saja yg belum jelas betul
pot/tempatnya yang paling cocok dan ideal tuh pake wadah yang berdiameter brapa??????????
trus kalo durian kira-kira bisa ditanam nggak ya>>>……………..
tolong jawab… siapapun orangnya yg penting tau betul dengan masalah ini
tank’s
rahmawati berkata,
1 Mei, 2007 @ 1:22 pm
saya tertarik sekali dengan tabulampot…. .satu kali pertama gagal daun pada rontok semua dan tidak ada tunas muncul2.sekarang saya coba lagi moga berhasil tolong info untuk tanaman tabulapot dari start menanam bibit sampai cara berbuah….langkah2nya (tolong emailkan ke mail saya….kalau ada yang punya waktu deh…….rahmawati71@yahoo.com)saya tinggal di bontang…..daerah panas ya.kira2 apa yang cocok untuk tanaman tabulampot ya ………………………………..terimakasih sebelumnya.(ternyata tidak kalah asiknya tabulampot buah dengan hobi menanam aglonema… yang kata suami saya kalau kamu tanam buah kan bisa dimakan kalau aglonema kamu itu cukup kamu pandangi sendiri aja) >>>>>>>>……………………..thanks
aboutmiracle berkata,
7 Mei, 2007 @ 1:20 pm
salam kenal,
saya tertarik dengan tabulampot. Tapi saya belum pernah coba sama sekali nih, jadi saya ingin bertanya2 dulu nih..:)
saya tinggal di Bandung, ada pekarangan di samping, belakang dan depan rumah saya, ngga terlalu luas, kira2 luas totalnya 12mx6m. Ada masukan ngga dari kawan2?kira2 dengan luas segitu dengan cuaca Bandung yang relatif dingin tanaman apa yang bisa dibudidayakan?saya pengennya yang bisa dikonsumsi masyarakat, berproduksi cukup, dan tidak musiman..:)
makasih sebelumnya
wassalam
dewi berkata,
6 Juni, 2007 @ 6:16 am
Assalamu’alaikum.
Tabulampot, hem…..menarik sekali. saya sekarang lagi mencobanya khususnya buah kelengkeng. tapi saya kurang tahu bagaimana merawatnya???sehingga hasilnya kuranh menarik dan tidak sesuai dengan yang saya harapkan.
wasslam
Salam Kenal dari Saya.
santosa berkata,
7 Juni, 2007 @ 10:44 pm
saya minta alamat yang jual bibit jahe gajah donk
Hartati berkata,
11 Juni, 2007 @ 3:34 pm
tolong kirimkan alamat dan alamat website nya kalau perlu dimana saya bisa pesan bibit buah delima dan belimbing manis tolong segera ya saya perlu sekali terima kasih
Julius berkata,
15 Juni, 2007 @ 11:24 am
Mohon info nya dong dimana bisa membeli bibit jeruk yg bagus. Sy tinggal di daerah cibubur. kl bibit jeruk lokam mandarin baby (yg kecil2 itu lho) ada ga ya?
Thanks.
IVAN berkata,
28 Juni, 2007 @ 5:05 pm
Salam kenal,
Saya ivan lagi punya kendala. Saya tinggal di daerah Belitung. Tanah saya itu banyak pasir hasil timbunan timah bekas penggalian. Saya bermaksud mengolah tanah saya menjadi lahan pertanian. Namun kondisi tanah di tempat kami sangat tinggi kadar asamnya.Bagaimana mengolah tanah saya yang saya timbuni pasir tersebut menjadi lahan pertanian dan tanaman apa yang cocok untuk ditanam ?
Apakah jahe + kunyit dapat hidup seandainya saya tanam dengan menambah tanah humus diatas pasir tersebut ?
Tolong dibalas, karena saya lagi bingung.
Terima kasih atas perhatiannya
Ivan anthony
tiga_kds berkata,
12 Juli, 2007 @ 11:37 am
Saya sangat tertarik dg tabulampot (maklum ndak punya lahan), mas punya artikel yang sudah dikemas dalam 1 buku? atau tertata di file ?, aku dipinjami atau kalau ngganti biaya mau kok
Thanks
ido berkata,
3 Agustus, 2007 @ 4:52 pm
saya lg mencari bibit srikaya bangkok atau srikaya tanpa biji untuk ditanam di pekarangan sih… ada yang punya info dapat dibeli dmn?, tlg ya…
iman berkata,
8 Agustus, 2007 @ 1:48 pm
saya mo tanya,hormon daun yang berada di pasaran biasanya bermerk apa dan berapa kisaran harganya?baiknya jangka waktu penggunaanya berapa minggu skali?Oi y,apa
yang biasa menjadi kendala utama dalam Bertanam Buah Dalam Pot? lam kenal n
thanks a lot
iman berkata,
8 Agustus, 2007 @ 2:04 pm
oi y, bagusnya tanam apa di daerah yang kering?
Clein berkata,
10 Agustus, 2007 @ 11:21 am
Mau nanya nih…habis saya jarang banget berkebuin dan minim pengetahuan ttg itu. Kemarin dulu saya dapat tanaman anggur yang ditaruh dalam plastik kecil..2 buah lagi. Kata temen yang ngasih harus dibawa dua-duanya. katanya bisa ditanam dalam pot..mau saya pindah ke pot tapi saya bingung nih potnya harus sebesar apa(diameter dan tinggi)?dan kalau saya pindah apakah tanah yang ada dalam plastik harus saya uraikan dulu agar akarnya ga ngerumpel?terus media tanamnya seperti apa?harus disiram seberapa banyak?pupuknya apa?
Tolong info sebanyak-banyaknya ya..soalnya saya ga pengen tanaman itu mati…thx b4
Astar Simorangkir berkata,
13 Agustus, 2007 @ 5:53 pm
Saya punya pohon mangga yg berusia 10 thn-an lebih, namun hingga kini tidak kunjung menunjukkan bunga apalagi buah. Sudah mencoba memberi pupuk kandang, jg NPK namun tidak ada tanda2 baik. Apa yang dapat saya lakukan, apakah memang pohon mangga itu “mandul”? Kalo saya lakukan sambung batang (okulasi) apakah akan bermanfaat?
Terimakasih.
Astar Simorangkir berkata,
13 Agustus, 2007 @ 5:55 pm
Dimanakah saya dapat membeli bibit2 mangga arumanis, manalagi & gedong yg berkualitas baik??
Terimakasih.
Elisabeth berkata,
13 Agustus, 2007 @ 5:56 pm
Dimanakah saya dapat membeli bibit2 mangga arumanis, manalagi & gedong yg berkualitas baik??
Thx.
andrian berkata,
31 Agustus, 2007 @ 1:35 am
salam kenal,
saya baru mau coba tabulapot dimana saya bisa beli bibitnya…saya tinggal di daerah dataran rendah (muntok – Bangka) kl durian mungkin gak jd tabulapot…?
tks,
andrian
Tari berkata,
31 Agustus, 2007 @ 8:27 am
Salam kenal,
Tabulampot cocok untuk lahan sempit. Yang ingin saya tanyakan, bagaimana dengan pertumbuhan akarnya. Apalagi akar tunggang, yang semakin besar pohonnya, maka akarpun akan semakin panjang ke bawah.
Apakah tidak “jebol” alas pot yang terbuat dari seng itu, dimana ukuran pot seng tersebut adalah ukuran yang paling besar.Diameternya lebih kurang 1 meter. Ditambah lagi, karena sering di siram, terkena hujan, dll sehingga pot seng menjadi karatan, sehingga alas pot menjadi rapuh.
Bagaimana mengatasinya ya…
Makasih…
tari
ansori berkata,
13 September, 2007 @ 12:20 am
maaf saya memerlukan jawaban mas bukan komentar , jadi ini komentar saya . krn rata rata tdk ada jawaban
Yehezkiel berkata,
13 September, 2007 @ 10:35 pm
Sy baru mulai menanam tambulapot 1 tahun ini Kedondong, belimbing bangkok ,sawo , dan beberapa jenis mangga saya sudah berbuah.jamblang putih sedang berbunga, sy sedang menunggu yang lain berbuah….asyik loh..yang penting sabar…
Pak Purwanto berkata,
1 November, 2007 @ 5:38 pm
Jambu saya terkena kutu putih. Ada cara yang aman/organik gak untuk membasminya ????
Terimakasih sebelumnya
dwi berkata,
16 Desember, 2007 @ 12:58 pm
IDE YG SANGAT BAGUS
BISA MEMANGFAAT KAN LAHAN YG SEMPIT….
menjadikan hasil yg bisa di bilang memuaskan …
goood
roy berkata,
24 Desember, 2007 @ 7:31 am
mas & mba senior tolongin dong, masalah merawat lengkeng pingpong dilahan sempit, dengan cuaca agak panas ( Tegal Jateng ), saya kesulitan nich…..mohon bantuannnya.
thanks
Nur berkata,
23 Januari, 2008 @ 1:03 pm
haloo…
siapa yang jual tabulampot mangga lali jiwo yach???
Nur berkata,
31 Januari, 2008 @ 9:23 am
Mas Muktiprayitno,
Mas kan pakar nih di dunia per-tabulampot-an.
Minta saran dong.
1. Tabulampot kedondong saya sakit. Waktu beli 5 bulan lalu memang daunnya kurang begitu subur. Buahnya tapi hijau segar. Sekarang daunnya menguning, daun yang trubus pun juga ngga lebat, menua sedikit aja udah mulai menguning. Buahnya juga pucat. Memang waktu belinya di tukang buah, bibitnya ditanam di polibag. Saya pindah ke pot plastik besar dengan media tanam campuran tanah (merah) dan kompos. Saya rajin kasih NPK daun loh…mengingat kondisi daunnya sakit2an gitu. Jadi harus diapain nih? Sedih melihatnya.
2. Saya tinggal di Tangerang. Dimana tempat jual bibit tabulampot yang qualified. Saya perlu banget tabulampot mangga lali jiwo. Tolong kasih referensi.
Makasih mas.
CAN berkata,
26 Maret, 2008 @ 7:47 am
Mas,
Tolong dibantu alamat pemesanan bibit tambulampot jambu air di batang
Terima kasi atas bantuannya,
Nik berkata,
30 Maret, 2008 @ 11:15 pm
Pak Mukti,
Bagai mana cara memelihara tanaman jeruk purut di pot utk hawa jg
sedingin Nederland?
Sesudah beli dipasar malam bebrapa kali mati, ini kali beli sudah 1th daunnja tetap kecil dan ini kali malah rontok,meskipun sudah dimasukkan dalam ruangan
tanpa hitting dan dijendela,dan sering ada masuknja hawa(pintu buka/tu-
tup kalaukita kebelakang)
Mohon nasehat anda pak,(saja beri pupuk NPK 17-17-17)
Terima kasih banjak sebelumnja.
Oja kalau musim dinggin lewat saja bawa keluar dikebun .
herfin berkata,
15 April, 2008 @ 12:23 pm
menikmati tabulampot memang menjadi kepuasan tersendiri, bagi rekan-rekan yang ingin memiliki tabulampot lengkeng dataran rendah (jenis diamond river dan itoh), kebetulan saya mempunyai kedua jenis tersebut. lokasi ada di malang jawa timur, yang berminat dapat menghubungi saya di herfins@plasa.com
salam…
santi berkata,
15 April, 2008 @ 2:29 pm
Pak muktii, saya punya tabulampot belimbing dulu bagus sekarang mogok berbuah, apakah cara tabulampot rambutan bisa dipraktekkan di tabulampot belimbing saya, trus dpt kiriman biji srikaya merah tapi kok caranya direndam dulu air mendidih ato air dingin, apakah benar caranya ?
tolong pencerahannya pak, terimakasih
Padmawijaya berkata,
26 April, 2008 @ 7:33 pm
Mas kami ingin belajar bisnis ini di Balikpapan bisa nggak kasih saran apa yang harus dipersiapkan. dan ada nggak link kalo kita mau cari bibit dan kebutuhan lainnya.Thanks
hery sulistianto berkata,
22 Mei, 2008 @ 11:42 am
untuk tanaman lombok atau tomat..apakah perlu dilindungi dengan memakai paranet??
dinasti berkata,
4 Juni, 2008 @ 10:47 am
saya mau nanya ni,,ada bahan yang bagus g’ buat pemupukan pd lahan kering yang tidak subur sama sekali,tlng kirim ke mail saya y, biar saya cobakan dengan lahan saya nantinya.
har berkata,
7 Juli, 2008 @ 8:01 pm
kalo tabulampot untuk bertanam semangka bisa tidak ?
Luwis berkata,
24 Juli, 2008 @ 3:05 pm
Salam kenal. Mau nanya nih, saya punya pohon mangga dalam pot. Sebaiknya diberi pupuk dalam jeda waktu berapa ya? Saya baru sekali kasih pupuk buah yang dibeli di supermarket. Makasih
steph430 berkata,
26 Juli, 2008 @ 10:12 am
saya punya tabulampot belimbing, awalnya buahnya bagus tetapi kemudian setelah berbuah yang kedua buahnya kurang bagus dan daunnya menjadi berwarna kuning muda dengan tulang ndaun yang kelihatan. kemudian medianya saya ganti dengan yang baru tetapi hasilnya sama saja. mohon bantuannya ? matur nuwun
buyung berkata,
9 Agustus, 2008 @ 12:21 pm
buat luwis,
coba pake pupuk kandang dulu sekitar satu kiloan dan NPK 15-15-15, untuk jeda waktu pemupukan lagi sekitar 3 sampe 4 bulan kemudian, jangan lupa juga pupuk daunya ya.
buat Steph430,
kemungkinan pohonnya butuh unsur hara mikro, bisa coba EM4 kaya sekali unsur hara mikronya, atau campuran EM4 100 ml + gula (putih atau merah) 100 gram + pupuk kandang 2 kg kemudian dibokashi selama 1 minggu, kalo sudah dingin bisa dipakai. Insya Allah
buyung berkata,
9 Agustus, 2008 @ 12:30 pm
buat aboumiracle,
saya juga tinggal di Bandung lokasi kamu ari sakitu mah lumayan luas atuh, saya punya bibit buah untuk tabulampot basus-bagus & harga terjangkau kamu bisa hunting saya di : Kopkar PT SUCOFINDO Bandung “Padaboga” (022) 6122555, 085659233021
Robertus Radju berkata,
29 Agustus, 2008 @ 8:09 pm
aduh bisa tolong dong ttg cara pemeliaharan tanaman mangga harum manis dalam pot yang terbuat dari drum
uun berkata,
3 September, 2008 @ 8:58 pm
kmi punya lahan sawah tadah hujan +/- 900 m2 di daerah cimahi bandung, rencana akan ditanami pohon lengkeng pingpong. bibit sdh siap diambil dr daerah prambanan, namun kmi mash belum tahu persis ttg tatacara penanaman dan pemeliharaannya. mhn bantuan sharing bagi informasi bagi rekan tlh berhasil dan punya pengalaman budidaya lengkeng. tks atas bantuannya.
Yuli berkata,
21 September, 2008 @ 4:45 pm
Wuah..membaca tentang tambulampot ini menarik sekali. meskipun ulasannya cukup panjang, tapi pengen baca sampai habis.
ohya, saya mau tanya,
iseng iseng saya menanam biji jeruk di dalam pot kecil di dalam ruang kantor yang ber-AC.
Pot nya saya taruh di dekat jendela kaca. Setiap pagi saya sirami air, senin – jumat.
Sekarang sudah 6 bulan. daun nya sudah ada sekitar 20-an. ketinggian 18cm. daunnya hijau tidak pucat. dengan ukuran +/- 5cm.
Dengan pertumbuhan sekitar 1 daun per minggu, apakah pohon jeruk saya termasuk normal ?
perlu berapa lama pohon jeruk baru bisa berbuah ?
terima kasih..
denny h van yun berkata,
27 September, 2008 @ 11:01 am
aku juga punya bibit pohon dalam pot Mangga ningrat,buah tin,belimbing,sawo varigata, abiu, jamblang putih,delima hitam,kedongdong merah,jambu australi,jambu biji varigata,jambu air varigata,celincing,mangga gedong gincu,lengkeng pingpong,lengkeng diamond.lengkeng itoh,lengkeng gading,kawista…….anda perrlu saya bantu mendapat kan nya,bisa hub 0856 9531 9872 Denny H van yun
DUDI berkata,
24 November, 2008 @ 6:40 am
Makasih pak mukti, sy akan mencoba…
handoko berkata,
15 Desember, 2008 @ 3:02 pm
di cikarang dimana saya bisa mendapatkan bibit buah tabulampot yang berkualitas dan murah
dedi sugiharto berkata,
26 Desember, 2008 @ 10:06 am
Salam kenal mas Anam untuk mencegah dan mengendalikan hama & penyakit pada tanaman secara organik cukup mudah. Yang biasa saya pake merknya BVR dan Pestona organik. Cara kerjanya lambat tapi pasti, sistemik artinya ketika kita semprotkan memang tidak langsung mati tetapi bertahap. Pada awalnya hama yang terkena BVR/Pestona tidak mau makan, menghambat bertelur, kawin,dan membikin hama mandul. Pada hari ke4/ke5 hama yang mati akan mengeluarkan enzim Kitinase, lipase dan protease. Selanjutnya akan menular ke hama lain melalui kontak langsung ataupun lewat udara. Sehingga efektifitas kerja dari BVR ataupun Pestona sebenarnya jauh lebih dahsyat dari pada pestisida kimia yang selama ini biasa kita pakai karena bersifat menularkan penyakit pada hama, seolah-olah kita memproduksi pasukan anti hama secara berkesinambungan. Disamping itu pestisida ini aman buat manusia hewan, dan lingkungan sehingga untuk orientasi kelestarian lingkungan jelas lebih bagus ddibanding pestisida kima Jujur saya sendiri biasa memakai untuk tanaman jeruk, lombok, klengkeng dan sirkaya. Hasilnya hama apapun relativ terkendali. Jarang nongol. Jika mas anam tertarik info lebih jauh bisa kunjungi blog saya.thanks. wass
dedi sugiharto berkata,
26 Desember, 2008 @ 10:12 am
Salam kenal mas Anam untuk mencegah dan mengendalikan hama & penyakit pada tanaman secara organik cukup mudah. Yang biasa saya pake merknya BVR dan Pestona organik. Cara kerjanya lambat tapi pasti, sistemik artinya ketika kita semprotkan memang tidak langsung mati tetapi bertahap. Pada awalnya hama yang terkena BVR/Pestona tidak mau makan, menghambat bertelur, kawin,dan membikin hama mandul. Pada hari ke4/ke5 hama yang mati akan mengeluarkan enzim Kitinase, lipase dan protease. Selanjutnya akan menular ke hama lain melalui kontak langsung ataupun lewat udara. Sehingga efektifitas kerja dari BVR ataupun Pestona sebenarnya jauh lebih dahsyat dari pada pestisida kimia yang selama ini biasa kita pakai karena bersifat menularkan penyakit pada hama, seolah-olah kita memproduksi pasukan anti hama secara berkesinambungan. Disamping itu pestisida ini aman buat manusia hewan, dan lingkungan sehingga untuk orientasi kelestarian lingkungan jelas lebih bagus ddibanding pestisida kima Jujur saya sendiri biasa memakai untuk tanaman jeruk, lombok, klengkeng dan sirkaya. Hasilnya hama apapun relativ terkendali. Jarang nongol. Jika mas anam tertarik info lebih jauh bisa kunjungi blog saya. di (www.pupukorganikdahsyat.blogspot.com.)thanks. wass
lusi mart berkata,
23 Januari, 2009 @ 3:23 pm
salam perkenalan,saya mulai hobby u tabulampot,mau tolong tanya apkah ada yang pny website penjual bibit tabulampot,dan website nursery di bangkok.tks
tata berkata,
4 Februari, 2009 @ 2:47 pm
salam kenal. saya tertarik dengan tabulapot dan saya di meulaboh, aceh. kira-kira, dimana saya bisa mendapatkan bibit tabulapot? thanx……
ati berkata,
18 Februari, 2009 @ 3:44 pm
aku juga penghobi tanaman tabulapot aku punya banyak koleksi tanaman tabulapot ada delima wulung, delima putih , delima merah, jambu jamaika, duren montong, kelengkeng pingpong, jamblang putih, jeruk dewa, jeruk purut, jeruk baby,jeruk manis , mangga arum manis ,mangga gedong, mangga apel, srikaya merah ( ada tiga jenis ) buanyak banget deh yang lainnya sebutkan apa butuhnya pasti aku bantu hub aja 021-50113449 aku ada di jalan juanda depok dekat margonda raya aku tunggu yang berminat ya
ati berkata,
18 Februari, 2009 @ 3:52 pm
mas ido aku punya 3 jenis srikaya 1. warna kulit merah 2. warna kulit hijau biasa kasar 3. warna hijau kulit halus hub aku aja ya aku punya bibitnya untuk dijual no telpku 021-50113449 aku masih mencari buah naga kemana ya aku bisa dapat bibitnya
ardhian berkata,
20 Februari, 2009 @ 11:06 am
mas mukti
rencana saya akn membuat tabulampot di daerah gunungkidul DIY, daerahnya cukup panas dan sedikit tandus…
mohon petunjuk buah/sayuran apa yang sekiranya cocok untuk daerah yang seperti itu…..
trima kasih sebelumnya……
jawaban saya tunggu di email…
ati berkata,
20 Februari, 2009 @ 1:15 pm
mas ardian buah mangga juga bisa ditanam di daerah panas kalau sayuran cabe juga bisa ditanam dicoba aja lalu hasilnya bagaimana kalau kita tidak mencoba kita tidak tahu selamat mencoba ya
ati berkata,
21 Februari, 2009 @ 4:09 pm
Mas julius kalau mau bibit unggul ditrubus kan dekat dari cibubur
dekat mekarsari
NAJIB berkata,
22 Februari, 2009 @ 10:15 am
cara merawat tanaman asam jawa didalam pot,supaya buahnya banyak.sudah pernah buah tapi hanya beberapa butir ,sekarang malah kalau kembang rontok.
Pinky berkata,
24 Maret, 2009 @ 6:12 pm
Bu Ati yang baik,
Saya tertarik dan memang akan mulai dengan Tabulapot. Tanaman buah apa yang paling mudah dirawatnya dan dapat berbuah sepanjang tahun? Kalau Bu Ati punya bibitnya, atau tabulapot yang sudah mulai berbunga, saya mau. Caranya bagaimana? Saya sudah catat no Telp Ibu. Kalay boleh nanti saya akan telpon.
Terima kasiih
Wass
Pinky
Manny berkata,
18 Mei, 2009 @ 3:54 pm
Tanaman dalam menurut sepengetahuan saya tidak berumur panjang sebab urat tunggangnya terbentur pot
wahyu berkata,
1 Juni, 2009 @ 8:32 pm
saya mau tanya apakh disitu ada pelatihan tabulampot dimana,kirim infonya ke emailku
Ali Dhomiri berkata,
11 Juni, 2009 @ 12:41 pm
Bagus sekali,…
saya juga punya buah sarikaya 2 buah , yang satu di pot ukuran diameternya lebih besar dikit dari galon air minum 19 liter, yang satu langsung ditaman, anehnya yang di pot ukurannya lebih besar dan lebih hijau, anehnya sudah keluar bunga tapi tidak jadi buah (rontok mlulu), padahal duia-duanya sudah saya kasih pupuk kandang, NPK, mungkin media tanahnya kali karena saya campur antara pupuk kompos, pasir yang sudah diayak dan tanah liat yang sudah gembur.
Ali Dhomiri berkata,
11 Juni, 2009 @ 12:50 pm
Bagus sekali,…
saya juga punya pohon sarikaya 2 (dua) , yang satu di pot ukuran diameternya lebih besar dikit dari galon air minum 19 liter, yang satu langsung ditaman, anehnya yang di pot ukurannya lebih besar dan lebih hijau, yang bikin saya bingung adalah sudah keluar bunga tapi tidak jadi buah (rontok mlulu), padahal duia-duanya sudah saya kasih pupuk kandang, pupuk kompos, dan NPK, mungkin media tanahnya yang saya campur aduk antara pupuk kompos, pasir yang sudah diayak dan tanah liat yang sudah gembur, atau karena tiap pagi saya siram terus, jadi kelebihan air
hidayat berkata,
13 Juni, 2009 @ 7:38 pm
ada yg punya koleksi bibit blue berry n black berry ga?dah lama nyarinya ga nemu2jg
Dwi Minarto berkata,
30 Juni, 2009 @ 5:50 pm
Tolong saya tertarik mau bertanam tanaman tabulampot saya sudah menyediakan tempatnya dan semuanya tetapi juga yang terpenting pemilihan bibitnya, saya ingin bertanya kalau saya mau beli bibit tanaman tabulampot yang baik dimana saya sekarang tinggal di jakarta timur kalau di daerah jabotabek dimana adanya yang jual bibit tersebut. Terima kasih sebelumnya saya tunggu jawabannya.
mang benben berkata,
2 Juli, 2009 @ 3:44 pm
alamat yg menjual bibit :
Jakarta
Jl. Matraman Dalam II No. 1 Rt. 19 Rw. 08
Jakarta 10320, Jakarta
Indonesia.telp.021-3921663
di semarang
Jomblang Timur 417
Semarang 50248, Jawa Tengah
Indonesia, telp. 081326460743
mang benben berkata,
2 Juli, 2009 @ 3:49 pm
atau pusat terkengkap segala bibit
tukang kebun
Kav. 16, 17 & 18, Pusat Tanaman Hias, BSD CITY, Serpong, Tangerang
Phone: 021-70930895 (Flexy Home) – 021-54201926 Faximile: 021-54201926
Mobile: 0852-18665024, 0815-86065965 & 0811-196101.
http://www.toekangkeboen.com/index.html
arifin berkata,
28 Juli, 2009 @ 3:07 am
mas, terima kasih utk informasinya ya…sgt membantu,
saya masih baru ttg tabulampot, dan ingin memiliki tabulampot untuk dirumah nanti.
mohon bantuannya ya mas, ingin membeli bibit tabulampot mangga yg bagus dari ibu Lily, karena sepertinya bagus bagus…
mohon bantuannya utk alamat ibu Lily yg bisa dihubungi ya mas..
terima kasih banyak.
richocean berkata,
9 September, 2009 @ 7:54 pm
salam kenal
saya minta izin untuk meminjam foto2 cantiknya untuk dipakai di blog saya
http://richmountain.wordpress.com/wisata/rizqi-firdaus-agro-wana-widya-wisata-1/
silahkan mampir
terima kasih
wiwi berkata,
22 Oktober, 2009 @ 4:45 pm
Salam kenal
Saya punya tambulampot jambu air. Akhir – akhir ini banyak kutu merah di atas daunnya, bukan di tunas muda. Bagaimana cara mengatasinya ? apakah dengan peptisida dan bagaimana kadar pemakaiannya? atas solusinya saya ucapkan terima kasih.
Andri berkata,
1 November, 2009 @ 2:56 pm
Saya punya tanaman kelengkeng dalam pot, tingginya kurang lebih 1,5 m. Saat ini sedang berbuah. Tapi yang saya khawatirkan belumlama ini di balik daunnya timbul bintik-bintik putih kecil yang melekat sangat kuat. Kalau didiamkan lama kelamaan daun tersebut akan menguning. Kalo boleh tau, apa ya….obat yang manjur untuk membasmi hama tersebut?
Atas informasinya saya ucapkan terima kasih.
alex berkata,
1 November, 2009 @ 8:07 pm
hii semua, mau tanya nih
1.tanaman2 buah tropis apa saja yg bisa di tanam di pot di rumah ruko di kota yah?
2.dimana sih kita bisa membeli bibit2( seeds) sayuran2 tropis dalam jumlah sedikit(umpamannya beberapa ratus biji gitu ) tidak seperti yg di jual di toko2 yg harus dibeli satu bungkus yg jumlahnya ribuan butir dan tidak bisa di simpan lama2 karena akan rusak setelah bungkusannya di buka, dimana kita bisa cari di kota medan yah ?
3.cara menyimpan bibit sayuran agar tidak cepat rusak ?
4.pohon sayuran apa saja sih yg bisa kita makan daunnya sering2 tanpa ada efek samping jelek/berbahaya karena sering memakannya/mengkomsumsinya sehari2?
terima kasih atas bantuannya yah
be veg, go green save the planet
agus berkata,
18 November, 2009 @ 11:47 am
saya tanam pohon mangga dari biji, sampai sekarang tidak/belum berbuah ( 10 th ) kalau dilihat dari tanaman,cabang, daun semuanya subur dan segar, tetapi kok belum buah juga ya… kenapa ya.. mohon infonya atau resepnya . trim’s