Tanaman Buah dalam Pot : Alternatif Hijaukan Lahan Terbatas

Sawo HIJAU bukan hanya milik rumah dengan pekarangan luas. Karena sempitnya lahan biasa disiasati dengan menanam pohon dalam pot, termasuk buah-buahan.
Tanaman buah dalam pot (tabulampot) bahkan punya fungsi ganda. Bukan saja memberikan kesan hijau pada lingkungan rumah, tetapi juga menghasilkan sekaligus juga berfungsi sebagai hiasan. Siapa yang tidak tertarik melihat tanaman dalam pot mampu memberikan buah seperti halnya pohon yang ditanam langsung di tanah.
“Bedanya, jumlah buahnya tidak sebanyak kalau pohon ditanam langsung di tanah. Dengan pot, meski dari potongan drum tetap saja medianya terbatas yang ada dalam pot itu saja”, kata Supandi, pakar tabulampot kepada Bernas Jogja Rabu (15/6) di kebunnya, Kepanjen Nogotirto Gamping Sleman, beberapa ratus meter di belakang Hero Supermarket Jalan Godean.
Menurut Supandi yang menekuni tabulampot sejak tahun 1984, pada dasarnya semua pohon buah-buahan bisa ditanam dalam pot. Meski secara fisik tidak tumbuh sebesar pohon biasa, namun dengan perawatan dan pemupukan yang baik, tabulampot juga cepat berbuah. “Karena bibitnya termasuk genjah, dikembangkan dengan sistem cangkok, okulasi maupun sambung pucuk”, katanya.
Ide pengembangan tabulampot, merupakan langkah Supandi mengakomodasi kepentingan keluarga-keluarga yang tak punya halaman, tetapi ingin memberikan sentuhan hijau segar di lingkungannya.
“Terutama permukiman di perkotaan, rata-rata lahannya kan sempit. Jadi tabulampot merupakan salah satu jawabannya”, katanya. Ke depan kecenderungan kebutuhan tabulampot akan semakin meningkat karena rata-rata lahan untuk rumah semakin sempit.
Di kebunnya seluas 1.500 meter, bila ditotal ada ratusan tanaman siap berbuah baik di drum, pot besar maupun polybag. Belum termasuk ratusan bibit yang relatif lebih kecil dan memerlukan waktu satu dua tahun untuk berbuah.
Segala macam mangga ada di sana. Jambu mulai jambu wudel, kluthuk, jamaica, brazil, dersana semua ada. Juga aneka jeruk, durian, nangka, sawo, blimbing, manggis, kemulwa, sirsat lokal dan Australia, duku, dondong. Bahkan sukun pun bisa ditanam dalam pot dan bisa berbuah.
Menurut Supandi, memelihara tabulampot tidak sulit. Dengan media tanam produksi Supandi yang merupakan campuran berbagai bahan antara lain inthil wedhus (kotoran kambing), cukup mendukung pertumbuhan pohon. Ia mencoba menghindari pupuk kimia.
Tabulampot juga luwes untuk dipindah-pindah tempat sesuai selera. Termasuk bagi keluarga yang ngontrak atau mereka yang kos, dengan mudah membawa tabulampot pindah ke rumah yang baru dalam kondisi tetap aman. “Kalau tanaman langsung di tanah kan nggak mungkin mbedhol untuk dibawa pergi”, katanya.
Supandi tidak hanya sekadar jualan pohon, tetapi bagi pembeli bisa mendapatkan kursus kilat gratis. Masyarakat yang ingin konsultasi pun diterima dengan senang hati.
Di tengah kebun sisi depan, ada sebuah pohon sawo manila yang ditanam dalam drum. Pohonnya jauh lebih besar dibanding yang lain, karena sudah berusia 21 tahun. Buahnya terus muncul sepanjang tahun. “Ini karya monumental saya”, katanya. (ato)

Sumber : http://www.bernas.co.id
Sabtu, 17 Sep 2005 22:41:53

2 Tanggapan so far »

  1. 1

    ari widjayanti said,

    Saya juga sedang bertanam tabulampot (delima, jambu klutuk merah getas, belimbing, dan jambu citra) – sejak kurang lebih 8 bln yl. Hingga saat ini yang berbuah baru jambu klutuknya. Meskipun sedikit, tiap hari saya siram dengan pupuk gandasil daun dan bunga. Bagaimana ya caranya agar yang lain delima, jambu merah, dan citra segera berbuah? Pupuk apa yang diperlukan, dan berapa sekali/mg. Terima kasih. Mohon informasi segera ya. Salam.

  2. 2

    […] Tanaman Buah dalam Pot : Alternatif Hijaukan Lahan Terbatas […]


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: