Peralatan Berkebun

Ayo Berkebun!

Gembor Jika Anda suka berkebun dan bertanam, pasti sangat membutuhkan perlengkapan berkebun yang baik. Asal tahu saja, alat berkebun ternyata tak hanya gunting untuk alat potong, atau sekop untuk menggali tanah, lo. Ayo, kita kenali apa saja alat-alat yang bisa digunakan untuk merawat tanaman-tanaman koleksi Anda.

Alat untuk tanah:
Cultivator: Untuk menggemburkan dan meratakan tanah serta mengumpulkan daun kering.

Fork: Untuk meratakan tanah, mengaduk tanah yang padat, mengumpulkan daun kering, dan mencungkil batu-batuan.garpu

Trowel: Alat ini fungsinya sebagai sarana untuk menyendok, menyekop, menggali, mengaduk dan mencampur tanah, pupuk, dan media tanam lainnya.

Tranplanter: Untuk menggali, mengaduk, dan menggemburkan tanah dalam pot.
Juga buat melubangi tanah untuk memindahkan tanaman.

sendok Weed Puller : Peralatan berkebun yang digunakan untuk mencungkil dan mencabut rumput liar.

Scope Trowel: Penyekop media tanam yang kuat. Dapat menyekop media tanam dengan banyak sehingga menghemat tenaga karena desain sekop yang lebar.

Alat-alat Potong:
By pass blades: gunting untuk dahan yang basah.

Universal blades: gunting untuk di dapur atau tanaman, misalnya anggrek.

Anvil blades: untuk menggunting dan memotong tanaman.tang

By pass blades + anvil blades: punya dua fungsi.

Gunting rumput: untuk menggunting rumput.

Rachet: gunting yang dipakai untuk dahan besar, kering, keras, dan tua.

shower Selain itu, ada pula alat penyemprot air, semisal sprinklers, yakni penyebar air yang memutar seperti baling-baling. Ada juga selang air yang airnya keluar dari lubang-lubang selangnya. “Selang ini bisa dipergunakan untuk tanaman yang tidak boleh disiram dalam kondisi kencang, karena bisa-bisa tanaman akan stres, lalu mati. Misalnya, untuk keladi yang batangnya lunak, atau anggrek,” tutur Linda Ticoalu dari Adelia Garden Center.

Untuk tanaman yang emoh semprotan air yang keras bisa juga memakai semprotan (sprayer) khusus yang bisa mengeluarkan air secara lembut. “Kalau mau praktis, pakai dua semprotan dalam satu alat. Jadi, tinggal diputar saja mau yang kencang atau pelan,” kata Linda.

Bersihkan & Simpan
1. Bersihkan dan tetesi dengan minyak pada pisau gunting yang telah dipakai. Tak lain maksudnya agar pisau tetap awet dan tajam.
2. Peralatan berkebun setelah digunakan sebaiknya dibersihkan agar tidak mudah berkarat dan tahan lama.
3. Weed Puller sebaiknya jangan digunakan untuk mencongkel bongkahan tanah, karena bisa merusak alat tersebut.
4. Untuk keamanan, jauhkan alat-alat berkebun dari jangkauan anak-anak.shower2

Alat-alat koleksi: Adelia Garden Center, Flora Alam Sutera, Serpong, Tangerang (021 700 700 67).

Komentar (2) »

Kita Memiliki Ratusan Varietas Jeruk

MINGGUAN Far Eastern Economic Review (FEER)
pertengahan bulan Oktober lalu menampilkan tulisan
The Great Horticultural Revolution, China’s Farmers Are
Rocking World Markets. Intinya, betapa hebat negeri
China dalam waktu singkat muncul menjadi produsen
produk buah dan sayuran dunia yang nyaris menyodok
dominasi Amerika Serikat.
Sejumlah petani yang semula adalah pensiunan pegawai
pemerintahan negeri Tirai Bambu itu, tidak berhenti
bekerja begitu saja setelah menyandang status
pensiunan tersebut. Mereka menanam berbagai jenis
sayuran dan buah. Produk mereka bisa memasuki pasar
Jepang, Singapura, dan bahkan mulai merambah
Amerika Serikat (AS).
Di Indonesia, produk mereka mudah dijumpai di pasar
swalayan. Produk mereka mendominasi pasar
dibandingkan dengan produk lokal ataupun produk impor
lainnya. Kekayaan kita yang melimpah hampir terlibas
oleh produk-produk mereka.
Padahal kita memiliki berbagai komoditas hortikultura
yang juga tak kalah hebat. Salah satunya adalah jeruk.
Kita sering kali tidak mau untuk sejenak mengamati
tanaman jeruk yang ada di sekitar kita. Sepertinya
semua itu sudah menjadi hadiah alam sehingga
cenderung membiarkannya, sedangkan produk impor
terus membanjiri pasar.
Loka Penelitian Tanaman Jeruk dan Hortikultura
Subtropis (Lolitjeruk), Badan Libtang Pertanian, yang
berada di Kota Batu, Provinsi Jawa Timur, sudah lama
berusaha mengumpulkan salah satu kekayaan sumber
daya hayati ini. Lembaga ini sudah mengumpulkan
paling tidak 160 varietas jeruk dari Sabang sampai
Merauke, serta sedikit dari varietas luar negeri.
Beberapa di antaranya adalah jeruk keprok Tejakula,
Sipirok, Kacang, Siem, Banjar, Sioumpu, Siam Madu,
dan Bali Merah. Ada juga Crifta 01, Jemari Taji, Pamelo
Ratu, Raja, Magetan, Sri Nyonya, Nambangan, dan jeruk
manis Pacitan.
Lembaga ini memiliki kebun yang berisi berbagai jenis
tanaman jeruk yang terletak di Kebun Percobaan Punten
tidak jauh dari Kota Batu. Satu varietas terdiri dari dua
pohon induk (mother tree). Tanaman ini dilindungi dalam
sebuah rumah yang tertutup oleh kain kasa.
Pengamanan ini agar tidak ada vektor penyakit yang
masuk dan bisa merusak tanaman jeruk.
KEPALA Lolitjeruk Ari Supriyanto dan peneliti jeruk
Anang Triwiratno mengatakan, berbagai varietas jeruk ini
pada dasarnya secara komersial dikelompokkan menjadi
beberapa jenis, yaitu jeruk manis, jeruk keprok, jeruk
siam, dan jeruk jenis tertentu.
Jeruk manis (Citrus sinensis) adalah jeruk yang memiliki
kulit tebal dan biasanya untuk dapat dikonsumsi harus

dipotong dengan pisau. Jeruk yang termasuk dalam
kelompok ini antara lain jeruk Pacitan dan jeruk
Valensia.
Adapun jeruk keprok (Citrus reticulata) atau dalam
perdagangan internasional disebut jeruk Mandarin. Jeruk
ini memiliki ciri berkulit tebal dan buahnya agak besar.
Jeruk ini pada awalnya banyak ditemukan di China dan
Asia Tenggara. Jeruk ini dibawa ke Eropa dan Amerika
sekitar tahun 1800-an. Jadilah jeruk ini mendunia.
Sementara jeruk siam (Citrus suhuensis) atau disebut
jeruk Tanggerin memiliki ciri berkulit tipis. Anang
Triwiratno mengatakan, hampir 80 persen jeruk yang
ada di Indonesia merupakan jeruk siam.
Jeruk jenis tertentu terdiri dari jeruk nipis, jeruk pamelo
atau jeruk besar, jeruk purut, dan jeruk sambal. Jeruk
Bali termasuk dalam jeruk pamelo atau jeruk besar itu.
Sedangkan jeruk sambal misalnya limau yang sering
dipakai untuk “mengasamkan” siomay. Sampai saat ini
jeruk yang disebut benar-benar asli Indonesia adalah
jeruk nipis.
DI antara berbagai jenis buah-buahan, jeruk merupakan
salah satu komoditas yang banyak dikonsumsi
dibandingkan dengan buah lainnya. Bila diusahakan
secara komersial, jeruk akan memberi keuntungan yang
besar karena konsumsi jeruk sangat tinggi. Permintaan
jeruk mulai dari anak-anak hingga orang tua.
Perkembangan luas areal tanaman jeruk seperti yang
tercatat di Badan Pusat Statistik (BPS) dari 24.563
hektar dengan produksi 696.422 ton pada tahun 1997,
kemudian meningkat pada tahun 2002 menjadi luas
panen 47.824 hektar dengan produksi 968.132 ton.
Meski demikian, pertanyaannya mengapa jeruk impor
membanjiri pasar?
Ari Supriyanto mengatakan, tingginya impor jeruk sejak
beberapa tahun lalu sebenarnya memperlihatkan adanya
permintaan jeruk jenis tertentu. Ini juga menjadi
tantangan bagi produsen dalam negeri. Permintaan jenis
ini harus diikuti dengan penelitian hingga dihasilkan jeruk
yang sesuai dengan selera konsumen.
Dengan demikian, meski kita memiliki banyak varietas
jeruk, maka yang harus dilakukan adalah rasionalisasi
penanaman jeruk. Beragamnya varietas jeruk
menyebabkan mutu jeruk yang dihasilkan sangat
beragam dan akibatnya pemasaran jeruk tidak efisien.
Untuk itu, harus dicari jeruk-jeruk unggul yang sesuai
dengan selera konsumen baik lokal maupun luar negeri
yang dibudidayakan. Sangat boleh jadi beberapa
varietas jeruk tidak disukai di dalam negeri tetapi kalau
pasar di luar negeri membutuhkan, maka budidaya jeruk
jenis ini pun perlu dilakukan untuk tujuan ekspor.
Beberapa pemerintah daerah menyadari hal ini. Potensi
penanaman jeruk di daerah tertentu dimaksimalkan dan
hanya jeruk tertentu yang ditanam di daerah ini.
Kebangkitan jeruk mulai terlihat seperti di Kabupaten
Sambas, Provinsi Kalimantan Barat, dan beberapa
kabupaten di Provinsi Jawa Timur.(ANDREAS
MARYOTO)

Komentar (1) »

Ucapan Terima Kasih

Hari ini Saya Senang sekali, bayangkan dalam waktu kurang dr 1 bulan, weblog Saya sudah dibaca oleh lebih dari 1000 orang. Terima kasih wordpress, WordPress memang dahsyat.

Terima kasih juga kepada para pembaca yg sudah meluangkan waktu utk berkunjung ke Blog Saya. Jujur Saya akui, Saya bukan orang yg mahir ber-TaBuLamPot. Saya mengumpulkan file, menulis hasil x’perimen, motivasinya adalah sebagai catatan yg bisa Saya buka kembali disaat Saya memerlukannya.

Tapi, bila itu juga menarik minat banyak orang utk membaca (terbuktikan pengunjung blog Saya rata-rata 50 orang / hari) dan kemudian berguna utk umum, wah…Saya senang sekali. Dan Saya patut mengucapkan banyak terima kasih.

Pertanyaannya sekarang adalah, dr 1000 pengunjung, hampir tidak ada yg meninggalkan jejak beruap comment ? Berarti gaya tulisan Saya kurang provokatif.
Hmmm, Saya akan merubahnya. Bagaimana caranya ?
Please, berilah comment Anda agar bisa Saya jadikan koreksi.

Terima kasih, Pembaca.

Mari berkebun…!

Salam

Mukti Prayitno
0815-10-272-683

Komentar (1) »

UPPKS INTAN KENCANA BISNIS SIRUP JERUK NIPIS BUTUH BAPAK ANGKAT

TaBuLamPot, 04 Januari 2007

Ciawi, KBI Gemari
Berawal dari keprihatinannya terhadap hasil panen jeruk nipis yang berlimpah dan tidak dimanfaatkan secara maksimal di daerahnya, sehingga banyak jeruk yang menjadi busuk dan mubazir. Selain itu, Prof. DR. H. Haryono Suyono sewaktu menjadi Menteri Negara Kependudukan/Kepala BKKBN menyarankan Nunung Nurhayati, untuk mengembangkan dan memanfaatkan panenan jeruk nipis supaya menjadi Sirup Jeruk Nipis. Hal itulah yang menambah kepercayaan dirinya untuk berkiprah.
Sebagai seorang Kepala Urusan Desa yang membawahi bidang kesejahteraan rakyat di Desa Ciawi Gebang, Kuningan, Jawa Barat, Nunung Nurhayati melihat, betapa menyedihkan tingkat ekonomi masyarakat di desanya. Untuk itu, ketua kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Berencana (UPPKS) Intan Kencana ini berusaha keras bagaimana caranya mengangkat kesejahteraan masyarakat di desanya tersebut.
Melihat di desanya banyak pohon jeruk nipis yang kurang mendapat perhatian dari para petani, sehingga panennya terbengkalai, Nunung lalu mengumpulkan beberapa orang ibu untuk mencoba membuat suatu produk siap pakai yang bahan bakunya dari jeruk nipis. Berbekal pelatihan dari Kanwil Departemen Perindustrian dan Perdagangan, serta pengalamannya selama sekolah di Sekolah Perawat Kesehatan, akhirnya jeruk nipis mubazir itu bisa diolah menjadi sirup dan tonik.
“Syukur alhamdulillah, ternyata sirup dan tonik jeruk nipis ini bukan hanya digemari di Indonesia saja, tapi juga oleh orang-orang manca negara,” ucapnya ketika ditemui KBI Gemari, baru-baru ini. Menurut Nunung, saat ini yang menjadi kendala ekspor dari jeruk nipis produksi kelompok UPPKS Intan Kencana selain permodalan adalah kemasan.
Umumnya pihak luar negeri menginginkan kemasan dari botol plastik sehingga mudah didaur ulang. Sedangkan kemasan yang digunakan produksi UPPKS ini dari botol kaca yang cukup berat bila akan dikirim, dan sulit untuk didaur ulang. Tak pelak, jika ada pengusaha botol plastik yang mau bekerja sama untuk menyediakan kemasan produksinya, Nunung merasa sangat senang.
Mengapa demikian? “karena, cita-cita saya untuk mengekspor hasil jeruk nipis ini ke manca negara bisa tercapai. Sedangkan untuk konsumsi dalam negeri, saya akan tetap mempertahankan menggunakan kemasan botol kaca. Karena dengan menggunakan botol kaca, tenaga kerja yang terserap cukup besar, terutama untuk mencuci botol-botol ini agar tetap steril,” harapnya.
Selama ini, diakui Nunung, memang ada yang mengekspor sirup jeruk nipisnya ke manca negara, seperti Brunei Darussalam, Kuwait, Jepang dan beberapa negara lainnya. Namun demikian jumlahnya masih kecil, karena keterbatasan tenaga dan permodalan, selain tentunya bahan baku.
Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku jeruk nipis, kelompok UPPKS Intan Kencana melakukan kerja sama dengan para petani, yaitu melalui pemberian bibit dan pupuk gratis serta kepastian untuk membeli hasil panen para petani ini. Dengan begitu petani di Desa Ciawi Gebang pun terangkat kehidupannya.
Kelompok UPPKS Intan Kencana yang dibentuk tanggal 1 Oktober 1996 beranggotakan 20 orang. Terdiri dari 18 orang Keluarga Sejahtera I yang semula Prasejahtera, dan dua orang dari Keluarga Sejahtera I yang kini menjadi Keluarga Sejahtera III.

Modal awal
Ketika pertama kali mengawali usaha sirup dan tonik jeruk nipis ini, menurut pengakuan Nunung, kelompok UPPKS Intan Kencana benar-benar tidak ada modal sama sekali. Namun berbekal pinjaman Kredit Usaha Keluarga Sejahtera (Kukesra) – yang diselenggarakan BKKBN, Bank BNI dan Yayasan Damandiri – sebesar Rp. 26.000, berikut pinjaman dari Keluarga Sejahtera III yang sudah mapan sebesar Rp. 300.000, mulailah usaha sirup dan tonik jeruk nipis ini beroperasi.
Kini dengan modal ketekunan dan keuletan dalam mengembangkan usaha, dibantu dengan permodalan yang berasal dari Kredit Pengembangan Kemitraan Usaha (KPKU) dari BKKBN pertama sebesar Rp. 6 juta, tahap II 20 juta, serta dari Sarana Jabar Ventura (Danareksa) sebesar Rp. 32 juta, usaha ini mengalami kemajuan pesat.
Tenaga kerjanya berasal dari ibu-ibu anggota UPPKS, dengan hasil pertama sebanyak delapan botol dan dipasarkan dari rumah ke rumah kepada anggota masyarakat. Kini kapasitas produksi sirup jeruk nipis Intan Kencana mencapai 12 ribu botol, sedangkan tonik jeruk nipis mencapai 50 ribu botol sebulan.
Harga jual sirup jeruk nipis Rp. 6.500 sebotol, sedangkan tonik jeruk nipis seharga Rp. 2.000.
“Untuk bisa mencapai target tersebut, sekarang yang bekerja bukan hanya ibu-ibu anggota UPPKS Intan Kencana saja sebagai tenaga inti, tapi juga melibatkan anggota masyarakat lain. Mereka mulai dari yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sampai anak-anak remaja pengangguran,” papar Nunung seraya menambahkan, jumlah tenaga kerjanya kini mencapai 50 orang.
Pesatnya kemajuan yang dicapai UPPKS Intan Kencana dalam memproduksi sirup dan tonik jeruk nipis mengakibatkan petani di Ciawi Gebang, kewalahan menyediakan bahan baku jeruk nipis. Sehingga untuk mendapatkan bahan baku perlu didatangkan dari Medan dan Lampung, yang selama ini dikenal sebagai daerah penghasil jeruk nipis yang cukup besar.
Upaya untuk mengembangkan usaha ini juga terus dilakukan, yaitu dengan membuat sirup dari mangga kweni. Namun, bahan baku menjadi hambatan, karena buah mangga kweni ini berbuahnya musiman, sehingga tidak bisa segera diproduksi.

Pemasaran sirup
Saat ini, pemasaran sirup maupun tonik jeruk nipis buatan UPPKS Intan Kencana selain di daerah jawa Barat sendiri, juga merambah ke kota-kota besar lainnya, baik di pulau Jawa dan Sumatera. Untuk lebih menarik konsumen mengkonsumsi sirup dan tonik jeruk nipis ini kemasannya ditambahkan assesoris tas dari anyaman bambu.
Dengan digunakannya anyaman bambu sebagai tas sirup dan tonik jeruk nipis , maka pemuda pengangguran di daerah Ciawi ini minimal bisa memiliki pekerjaan. “Dengan demikian, selain mengangkat tingkat ekonomi ibu-ibu dari keluarga pra-sejahtera, UPPKS Intan Kencana juga membuka lapangan kerja bagi anak-anak muda pengangguran, baik yang putus sekolah maupun korban PHK,” tukas mantan Kepala Urusan Desa.
Disinggung tentang perluasan jalur pemasaran, Nunung yang lulusan sekolah perawat kesehatan ini menuturkan, sebenarnya ada niatan untuk memperluas jaringan pemasaran. Namun kendala permodalan serta keterbatasan tenaga serta bahan baku memaksanya untuk sementara waktu puas dengan hasil yang sekarang. “Tapi, tahun-tahun mendatang Insya Allah akan saya penuhi, asalkan ada pengusaha besar yang mau menjadi bapak angkat dari usaha ini,” ucapnya kembali berharap.

Bagi hasil
Sistem pengupahan yang dilakukan Nunung Nurhayati selain gaji bulanan, setiap tahun juga diberikan bagi hasil, tentunya setelah dipotong modal awal serta dikurangi penyusutan dan biaya lain-lainnya. Selain itu, uang kesejahteraan dan pengobatan bagi anggota dan keluarganya yang sakit juga menjadi tanggungan dari kelompok UPPKS Intang Kencana.
Setiap tahun, biasanya keuntungan bersih yang akan dibagikan untuk anggota sejumlah Rp. 19 juta, sedangkan selebihnya sebesar Rp. 50 juga digulirkan lagi untuk modal berikutnya. Tak hanya itu, apabila ada pesanan dari daerah lain yang butuh modal besar maka keuntungan tersebut tidak dibagikan lebih dulu, tapi digunakan sebagai modal bergulir kembali. ()

Komentar (8) »

Rambutan untuk Pengobatan

Penyakit Yang Dapat Diobati :

Kulit buah berkhasiat sebagai penurun panas. Biji berkhasiat menurunkan kadar gula darah (hipoglikemik).

Pemanfaatan :

BAGIAN YANG DIGUNAKAN :
Bagian tanaman yang digunakan adalah kulit buah, kulit kayu, daun,
biji, dan akarnya.
INDIKASI :
Kulit buah digunakan untuk mengatasi: disentri,demam.
Kulit kayu digunakan untuk mengatasi: sariawan.
Daun digunakan untuk mengatasi: diare,menghitamkan rambut.
Akar digunakan untuk mengatasi: demam.
Biji digunakan untuk mengatasi:
kencing manis (diabetes melitus). CARA PEMAKAIAN
Untuk obat yang diminum, tidak ada dosis rekomendasi. Lihat contoh pemakaian.
Untuk pemakaian luar, giling daun sampai halus, lalu tambahkan sedikit
air. Gunakan air perasannya untuk menghitamkan rambut yang beruban.

CONTOH PEMAKAIAN:
Disentri :
Cuci kulit buah rambutan (10 buah), potong-potong seperlunya. Tambahkan
tiga gelas minum air bersih, lalu rebus sampai airnya tersisa
separuhnya. Setelah ,dingin, saring dan minum sehari dua kali,
masingmasing tiga perempat gelas.
Demam :
Cuci kulit buah rambutan yang telah dikeringkan (15 g). Tambahkan tiga
gelas air bersih, lalu rebus sampai mendidih selama 15 menit. Setelah
dingin, saring dan minum tiga kali sehari, masing-masing sepertiga
bagian. Menghitamkan rambut beruban
Cuci daun rambutan secukupnya, lalu tumbuk sampai halus. Tambahkan
sedikit air sambil diaduk merata sampai menjadi adonan seperti bubur.
Peras dan saring dengan sepotong kain. Gunakan air yang terkumpul untuk
membasahi rambut kepala. Lakukan setiap hari sampai terlihat hasilnya.
Kencing manis :
Gongseng biji rambutan (lima biji), lalu giling sampai menjadi serbuk.
Seduh dengan satu cangkir air panas. Setelah dingin, minum airnya
sekaligus. Lakukan 1–2 kali sehari.
Sariawan :
Cuci kulit kayu rambutan (tiga ruas jari), lalu rebus dengan dua gelas
air bersih sampai tersisa satu gelas. Gunakan untuk berkumur selagi
hangat .

Komposisi :
Buah mengandung karbohidrat, protein, lemak, fosfor, besi, kalsium, dan vitamin C. Kulit buah mengandung tanin dan saponin. Biji mengandung lemak dan polifenol. Daun mengandung tanin dan saponin. Kulit batang mengandung tanin, saponin, flavonoida, pectic substances, dan zat besi.

Komentar (1) »

Tips Agar TaBuLamPot Cepat Berbuah

Aku mendapat informasi dari WordPress, bahwa ada yg mencari tips agar tabulampot cepat berbuah, nih tips dan triknya : (singkat sih tp semoga bermanfaat).

Perawatan yang aku berikan pada pohon mangga, gunakan NPK utk pemupukan tanah, tentunya pada saat kondisi pohon sudah cukup umur untuk berbuah, selanjutnya pada saat pohon berdaun hijau tua semprotkan pupuk organik cair ( Growing ) pada cabang dan daun di siang hari ( pukul 10 - 1 siang ) dengan menggunakan lubang semprot yang halus. Semprotkan beberapa kali (secukupnya) , 2 x seminggu. Penyemprotan rutin dan kontinya aku lakukan pada siang hari, alhasil pohon jambu merah getas, delima, mangga, dalam 3 bulan berbuah lebat dan yang paling penting aku tidak meggunakan zat perangsang kimia.
Makan buahnya pun hati tak was-was lagi.

Aku ada pupuk organik cairnya, jika Anda tertarik silahkan mengirim e-mail utk penjelasan dan pemesanan.

Semoga bermanfaat,

Mari berkebun…!

Salam…!

Mukti P.
nb : Aku akan mengulas tuntas mengenai pupuk organik cair ini pada posting selanjutnya. Utk sekarang masih dlm tahap uji coba.

Komentar (3) »

Rambutan SARAT BUAH MESKI DALAM POT

Dari Tabloid Nova, Kamis, 5 Januari 2007, 9:20 AM

Buah Rambutan Banyak orang enggan menanam tabulampot rambutan. Alasannya, susah berbuah. Padahal, jika tahu caranya, tabulampot rambutan pun bisa berbuah lebat, lho.

Tanaman buah dalam pot (tabulampot) kini sudah tak asing lagi bagi para pecinta tanaman. Aneka tanaman buah yang dulu hanya ditanam di halaman yang luas, kini banyak ditanam orang di dalam pot. Namun, sepertinya tak banyak orang yang melirik tabulampot rambutan. Kenapa?

Jujur diakui, tabulampot rambutan seringkali mogok berbuah, bahkan tak pernah berbuah sekali pun. Malah, mati sebelum berbuah. Padahal, tanaman rambutan dalam pot sebetulnya bisa menghasilkan buah, asal kita tahu rahasianya.

Rambutan (Nephellium lappaceum) berasal dari Malaysia dan Indonesia. Kerabat dekatnya antara lain leci (N. litchi) dan kepulasan (N. mutabile). Sentral tanaman rambutan tersebar di berbagai daerah, seperti Bogor, Subang, Bekasi, Purwakarta, Semarang, Banyumas, Purbalingga, Purworejo, Magelang, Jember, Blitar, dan Lumajang, Sleman, Bantul serta DKI Jakarta, khususnya di Pasar Minggu.

Di negeri kita banyak varietas rambutan, entah itu varietas lokal maupun varietas unggul. Untuk varietas lokal, sebut misalnya Aceh Gundul, Aceh Gula Batu, Aceh Gendut, Aceh Kuning, Aceh Padang Bulan, Aceh Garing, Aceh Pao Pao, Aceh Kering Manis, Simacan, Sitangkue, Sinyonya, Brahrang, Hape, dan sebagainya. Sedangkan yang unggul, sekurang-kurangnya ada 8 varie­tas, antara lain Rapiah, Lebak Bulus, Anta Lagi, Sibongkok, Sibatuk Ganal, Garuda, Nona, dan Binjai.

PILIH VARIETAS BINJAI

Pohon Rambutan Pertanyaannya, varietas mana yang akan kita pilih untuk ditanam dalam pot? Belajar dari pengalaman, ternyata varietas Binjai yang “cocok” ditanam dalam pot. Alasannya, lebih cepat berbuah dibandingkan varietas lain. Apalagi jika bibitnya berasal dari okulasi, yang bisa berbuah kurang dari setahun. Varietas Binjai juga memiliki keindahan tersendiri. Ia memiliki 4 - 5 cabang dan karena itu lebih rimbun. Buahnya juga ngelotok dan manis.

Biasanya, wadah tanam tabulampot adalah pot dari tanah liat. Ukurannya tergantung kondisi bibit yang hendak ditanam. Misalnya, untuk bibit setinggi 50 cm, bisa digunakan pot berdiameter 30 cm.

Namun, untuk tabulampot rambutan, sebaiknya gunakan wadah tanam berupa drum. Ukuran drum sebaiknya agak besar, sebab ukuran bibitnya juga agak besar. Sebagai pedoman, gunakan bibit rambutan Binjai setinggi 60 - 75 cm dengan diameter drum sekitar 50 - 60 cm. Drum ini harus diberi lubang-lubang kecil di bagian dasarnya, kemudian diberi ganjalan berupa batu bata atau batako, sehingga pembuangan air penyiraman lancar. Selama ini, banyak variasi media tanam untuk tabulampot.

Misalnya campuran tanah gembur, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 5 : 1 : 2. Ada juga campuran pupuk kandang, pasir, dan sekam dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Ma sih ada lagi campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 2, atau campuran sekam dan pasir dengan perbandingan 1 : 1.

Yang perlu diketahui, tabulampot sangat sensitif terhadap media tanam yang memadat, yang mengakibatkan daun cepat mengering lalu rontok. Oleh karena itu, disarankan menggunakan media tanam berupa pupuk kandang seluruhnya. Lebih baik lagi jika pupuk kandang tadi diberi insektisida Furadan 3 G sebanyak 100 gram per drum. Ini untuk mencegah serangan hama.

TAHAP-TAHAP MEMASUKKAN PUPUK KANDANG KE DRUM

Pertama, masukkan pecahan batu bata ke dasar drum hingga mencapai seperempat bagian drum.

* Di atas lapisan batu bata, isikan selapis ijuk atau humus atau
daun-daun kering.
* Masukkan pupuk kandang hingga mencapai 2 cm di bawah bibir
drum.
* Siram hingga cukup basah.

MOGOK BERBUAH?

Keluhan sering muncul ketika tabulampot rambutan tak mau berbuah lagi. Bahkan, seumur-umur hanya berbuah sekali dan setelah itu macet. Padahal, perawatan sudah dilakukan. Termasuk penyiraman dan pemupukan. Jika menghadapi problema seperti itu, jangan cepat-cepat putus asa! Tanaman masih bisa direkayasa, kok.

Caranya, keluarkan tanaman dari drum, amati kondisi fisiknya, lalu pangkas sebagian daunnya. Setelah itu, tanam langsung di tanah. Sementara itu, siapkan juga media tanam (pupuk kandang) yang baru. Bila sudah tampak tunas-tunas baru, pindahkan tanaman dari tanah lapang ke drum. Gampang kan ?

CARA MENANAM BIBIT DALAM POT

Siram media tanam dalam polybag, lalu sobek, dan keluarkan bibit bersama tanahnya. Bila akar, daun, dan cabang tampak panjang, sebaiknya dipangkas.

1. Gali media dalam drum membentuk lubang. Sesuaikan ukuran lubang dengan ukuran perakaran bibit rambutan.
2. Tambahkan pupuk NPK, dengan perbandingan 15 : 15 : 15, sebanyak 100 gram, lalu aduk-aduk hingga merata.
3. Masukkan bibit ke lubang dalam drum. Pelan-pelan, tekan tanah pada bagian pangkal bibit pelan-pelan.
4. Siram sampai cukup basah.
5. Untuk sementara waktu, beri tutup kantung plastik transparan dan
letakkan di tempat yang teduh. Jika sudah tumbuh tunas-tunas baru,
singkirkan tutup.

TIPS PERAWATAN

Faktor perawatan kerap diabaikan. Padahal, sangat penting dan kerap jadi kunci keberhasilan penanaman tabulampot rambutan.

Perawatan apa saja yang harus kita lakukan?
1. Penyiraman
Di musim kemarau, penyiraman sangat perlu. Jika memakai air PAM, yang biasanya mengandung kaporit, sebaiknya endapkan dulu semalam, dan baru esoknya disiramkan. Namun, usahakan benar-benar jangan sampai air siraman menggenang lebih dari 12 jam. Genangan air bisa merangsang timbulnya penyakit busuk akar.

2.Penggemburan
Ingat, usahakan media tanam tidak memadat. Pemadatan media biasanya terjadi karena penyiraman yang berlebihan. Setelah itu, lakukan penggemburan dengan menggunakan sekop kecil. Hati-hati, jangan sampai merusak akarnya.

3.Pemupukan
Meski media tanam menggunakan pupuk kandang, pupuk organik masih diperlukan. Sampai umur 2 tahun, setiap 4 bulan, tambahkan NPK (15:15:15) sebanyak 25 gram per drum. Sejak umur 3 tahun dan seterusnya, setiap drum diberi 100 gram NPK (15:15:15). Caranya, benamkan pupuk NPK sedalam 10 cm, lalu siram hingga cukup basah.

4.Pemangkasan
Pemangkasan tabulampot rambutan di samping untuk membentuk habitus (kanopi) tanaman agar tampak pendek, juga agar cabang dan pertumbuhannya seimbang. Pemangkasan perdana dilakukan saat tanaman berumur kurang dari setahun, atau tinggi batang sekitar 75 - 100 cm dari permukaan drum. Cara pemangkasan adalah, untuk pemangkasan perdana, pilih 3 cabang primer. Bila panjang cabang primer mencapai 50 cm, pangkas ujungnya hingga tumbuh cabang-cabang sekunder. Pilih hanya tiga cabang sekunder per cabang primer. Selanjutnya, pangkas ujung cabang sekunder sampai tumbuh cabang tersier, dan pilih hanya tiga cabang tersier. Nah, dari ketiga cabang tersier inilah akan terjadi pembungaan dan pembuahan.

Komentar (12) »

Memanfaatkan Karung Bekas utk Pot

Ini baru inspirasi sih, belum Aku jalanin…

Tadi pagi, saat Aku memulai kegiatan rutin pagi. Aku melewati sebuah rumah yg di depannya banyak pohon cabe merah besar yg sedang berbuah lebat. Tapi, bukan itu yg menarik, ternyata pohon-pohon cabe itu ditanam dikarung-karung bekas beras.

Wow, Aku bisa membuatnya juga dirumah. Tetapi sayang karung-karung bekas beras itu udah dibuang oleh istri tercinta. Besok, Aku akan cari di tukang beras pasti banyak. Dan Aku akan memulai menanam cabe dikarung bekas. Lumayankan hasilnya bisa utk dibuat utk jualan Nasgor. Sekarang cabe muahal banget loh… sekilo udah sampai 30 ribu.

Gimana, Anda tertarik juga?
Karung bekas ini cocok utk tanaman yg kecil dan berumur pendek. Sayuran cocok banget, bisa cabe, terong, paprika, sawi. Juga tanaman seperti jeruk cui atau jeruk nipis Aku rasa bisa.

Selamat mencoba…

Mari berkebun…

Salam

Mukti P.

Komentar (1) »

Kebun Wisata Pasir Mukti

Artikel ini dimuat bukan karena ada kata “Mukti” nya loh…he..he..he.. !
Selamat membaca…

Kebun Agro Wisata Pasir Mukti Jl Raya Tajur Pasirmukti km.4 Citeureup, Bogor ini mantap memakai EM4 yang ramah lingkungan. Kepala Devisi Agro, Ir Cecep M. Ramdan, menyebutkan Kebun Wisata Pasir Mukti seluas 50 hektar ini sangat menghindari penggunaan pupuk kimia. ”Karena itu EM4 sangat efektif dipergunakan di perkebunan ini terutama bokashi cair,” katanya.

Dalam sebuah pameran dan bazaar pertanian di lokasi Kebun Wisata Pasir Mukti, tim PT Songgolangit Persada mensosialisasikan pembuatan kompos dari bahan limbah pertanian. Sosialisasi membuat bokashi baik padat maupun cair ini mendapat sambutan antusias dari pengunjung bazaar dan pejabat Kebon Agro Wisata Pasir Mukti.

Menurut Cecep, Kebun Wisata Pasir Mukti yang memiliki maskot buah Lemon Cui sangat bagus dengan menggunakan EM4. ”Dengan EM4, mendapat hasil yang maksimal, buahnya menjadi lebat pengaruh aplikasi pupuk bokashi cair yang secara rutin diberikan,” katanya.

Lanjut Cecep, Jeruk Lemon Cui atau Jeruk Kasturi, Jeruk kunci jika di Bangka atau Jeruk Kalamanji di Filipina, menjadi produk unggulan. Karena Jeruk Lemon Cui ini sudah mulai diminati di Indonesia khususnya Indonesia bagian timur di antaranya untuk membuat sambal, juss dan minuman segar lainnya.
”Sedang di Pasir Mukti ini, Jeruk Lemon Cui ini dijadikan sirup. Dan, sisa perasannya masih bisa dipergunakan untuk seley. Selain dikonsumsi sendiri, hasil Jeruk Lemong Cui dijual ke restoran Menado yang mulai menjamur di Jakarta. Dalam satu bulan, dengan luas 6 hektar yang ditanami pohon Lemon Cui ini baru mencapai 1 hingga 2 ton perbulan,”katanya.

Alasan Pasir Mukti menghindari pemakaian pupuk kimiawi untuk menjaga kelestarian lingkungan. Kebun wisata Pasir Mukti memang kebun wisata agro yang ramah lingkungan dengan panorama hamparan sawah di antara kebun buah dan kolam ikan. Terletak di antara desa Tajur, Pasir Mukti dan Gunung Sari Kecamatan Citeureup, Bogor. Melalui wisata agro yang mendidik dan menghibur, Pasir Mukti menawarkan pengenalan dan pengetahuan pertanian bagi pengunjung khususnya generasi muda. Di atas tanah seluas 50 hektar ini terdapat tanaman anggrek dan tanaman hias, kebun buah dengan aneka buah tropis dan eksotis, kebun tanaman buah dalam pot (tabulampot), kebun pembibitan, kolam-kolam pemancingan yang asri dan apotek hidup. Areal persawahan dan palawija, arena kolam lumpur dan arena bermain, lokasi outbound, arena kemping dan lain-lain.

• Agus Salam-Koran Pak Oles, edisi 112/September

Komentar (13) »

Ralat : Panduan Lengkap Pembibitan TaBuLamPot

Dipostingan kemarin yg membahas mengenai cara mencangkok instan yg Aku sertakan gambar ternyata hasilnya terpotong, mohon maaf.

Saya meralat dengan mengirim e-book yg jelas lebih lengkap.
Silahkan Klik disini utk mendownloadnya.
Tapi Anda harus punya acrobat reader utk bisa membaca file pdf ini.

Selamat mencoba…!

Mari Berkebun…

Salam

Mukti P.

Komentar (4) »