Archive for Yang Ringan

Intermezo : SAPI Jumbo

Maaf, Artikel ini menyimpang. Tapi, Saya mempunyai alasan kuat sehingga mempostingnya. Suasana yg ndeso dan Subbhannallah, SAPInya Guede buanget..!

Terima kasih Pak HADI
atas inspirasinya.

Sapi Jumbo

Temenku Handoko tampak memandangi temennya yang baru terjual 22 juta, padahal 10 bulan yang lalu modalnya hanya 10.5juta. Biaya perawatan total 250rb/bulan. Untung 9 juta per sapi. Selam 10 bulan, hii…gawat juga nih keuntungannya..

Sapi Jumbo 2

Ck..ck..gede ya…di salah satu kandang yang saya kunjungi ada 80 ekor yang segede gini lho. Beratnya 1.2 ton.! Kalau pengin pergi haji tinggal jual 1 ekor sudah cukup…
Oya..di kampung biaya hidup itu kecil lho…uang 10ribu sehari aja sudah cukup…buat sekeluarga. Beras 1 kg plus tempe dan ikan asin, sayur mayur ambil dari kebun…

Comments (227) »

Cangkokan Jambu Air itu …

Maaf ya, berhari-hari Saya tidak bisa posting salah satu penyebabnya adalah banjir. Banjir juga yg menyebabkan Saya menunda penanaman TaBuLamPot Jambu Air (jenis Cingcalo Hijau) hasil praktek cangkokan yg juga mengilhami lahirnya situ s ini. Tapi sudahlah, lupakan banjir. DAS LEBEN MUSS WEITER GEHEN…! Kehidupan harus tetap jalan terus …! Apapun yg terjadi, Ayo semangat… semangat …!

Oh ya, ada oleh-oleh (tapi bukan mengenai banjir loh…) di awal minggu lalu Istri Saya memberi kabar yg sudah 2 bulan ini Saya selalu menunggu. Cangkokan jambu air di depan rumah sudah jadi. Ini ditandai dengan keluarnya akar yg merobek plastik hitam pembungkus cangkokan (tips : lain kali kalo mencangkok pakai plastik yg bening, biar akarnya pertumbuhan akarnya bisa dipantau).

Pembaca senangkan kalo hasil kerjaan Anda berhasil ? begitu juga Saya, Saya menunggu week-end agar Saya bisa menanam jambu air ini. Tapi sampai sekarang, sampai posting ini Saya menunda untuk memotong dan menanamnya. Ya, apalagi kalau bukan karena…banjir…!

Tapi, ada berkahnya juga yah… hujan yg turun hampir setiap hari ternyata mempercepat proses pengakaran dicangkokan jambu air Saya. Senang sekali rasanya…!

Rencana, hari Minggu besok Saya akan menjadikan Jambu air hasil cangkokan Saya sebagai Tabulampot…

Ada yg punya cerita sukses mengenai cangkokan hasil karya sendiri ?

Sukses buat Anda semua…!

Salam fuuuntastiiic…!

Mari Berkebun…!

Mukti Prayitno

Comments (47) »

Ucapan Terima Kasih

Hari ini Saya Senang sekali, bayangkan dalam waktu kurang dr 1 bulan, weblog Saya sudah dibaca oleh lebih dari 1000 orang. Terima kasih wordpress, WordPress memang dahsyat.

Terima kasih juga kepada para pembaca yg sudah meluangkan waktu utk berkunjung ke Blog Saya. Jujur Saya akui, Saya bukan orang yg mahir ber-TaBuLamPot. Saya mengumpulkan file, menulis hasil x’perimen, motivasinya adalah sebagai catatan yg bisa Saya buka kembali disaat Saya memerlukannya.

Tapi, bila itu juga menarik minat banyak orang utk membaca (terbuktikan pengunjung blog Saya rata-rata 50 orang / hari) dan kemudian berguna utk umum, wah…Saya senang sekali. Dan Saya patut mengucapkan banyak terima kasih.

Pertanyaannya sekarang adalah, dr 1000 pengunjung, hampir tidak ada yg meninggalkan jejak beruap comment ? Berarti gaya tulisan Saya kurang provokatif.
Hmmm, Saya akan merubahnya. Bagaimana caranya ?
Please, berilah comment Anda agar bisa Saya jadikan koreksi.

Terima kasih, Pembaca.

Mari berkebun…!

Salam

Mukti Prayitno
0815-10-272-683

Comments (2) »

Memanfaatkan Karung Bekas utk Pot

Ini baru inspirasi sih, belum Aku jalanin…

Tadi pagi, saat Aku memulai kegiatan rutin pagi. Aku melewati sebuah rumah yg di depannya banyak pohon cabe merah besar yg sedang berbuah lebat. Tapi, bukan itu yg menarik, ternyata pohon-pohon cabe itu ditanam dikarung-karung bekas beras.

Wow, Aku bisa membuatnya juga dirumah. Tetapi sayang karung-karung bekas beras itu udah dibuang oleh istri tercinta. Besok, Aku akan cari di tukang beras pasti banyak. Dan Aku akan memulai menanam cabe dikarung bekas. Lumayankan hasilnya bisa utk dibuat utk jualan Nasgor. Sekarang cabe muahal banget loh… sekilo udah sampai 30 ribu.

Gimana, Anda tertarik juga?
Karung bekas ini cocok utk tanaman yg kecil dan berumur pendek. Sayuran cocok banget, bisa cabe, terong, paprika, sawi. Juga tanaman seperti jeruk cui atau jeruk nipis Aku rasa bisa.

Selamat mencoba…

Mari berkebun…

Salam

Mukti P.

Comments (2) »

Jambu air di tabulampot

Dengan hati-hati tangan Benyamin Gunawan membuka plastik transparan pembungkus jambu air di tabulampot di halaman rumah. Dari balik plastik, menyembul 3 buah berbentuk lonceng berwarna merah terang. Melihat penampilan citra yang masih bergelayutan itu, Benyamin bukannya tersenyum puas. Keningnya justru berkerut-merut kebingungan. Ia tak habis pikir, kecantikan citra selalu ternoda oleh pangkal buah yang retak dan belah sepanjang 2 – 3 cm.

Kisah serupa juga dialami Widartono, kolektor di Kedoya, Jakarta Barat. Pria jangkung itu menduga retak di pangkal, ciri buah matang maksimal. Di Bulungan, Kalimantan Timur, Lutfi Bansir mengeluhkan hal sama. Pria yang gandrung mengoleksi ragam jambu air itu mencoba mengatasi dengan dolomit. Di Subang, JK Soetanto memanen citra sebelum matang maksimal supaya buah tidak telanjur retak. Ia juga melakukan pengairan rutin agar aliran air ke buah stabil.

Perkara menampilkan citra yang mulus memang dambaan semua hobiis. Namun, itu tak mudah didapat karena citra terbilang rewel. “Merawat citra lebih sulit ketimbang varietas lain, ” tutur Prof Dr Sri Setyati Harjadi, guru besar Institut Pertanian Bogor. Citra memang istimewa. Buah bongsor, manis, warna merah cerah, dan nyaris tak berbiji. Pantas bila Syzigium javanica itu langsung menjadi primadona pencinta buah. Namun, “Keunggulan itu mesti diimbangi dengan perawatan khusus supaya keistimewaannya keluar, ” ujar Dr Moh Reza Tirtawinata, MS, pakar buah yang pertama kali menemukan citra.

Sekadar contoh sosok bongsor citra. Bobot yang besar -mencapai 200 -250 g – menunjukkan aliran karbohidrat hasil 45 hari, pentil buah dicekoki terus-menerus dengan makanan hingga membesar. “Ketika elastisitas kulit buah tidak sanggup mengikuti laju pembesaran buah, terjadilah retak, ” kata Reza. Buah jumbo membuat tangkai yang hanya seukuran kabel tak sanggup menopang bobotnya. Akibatnya, buah kerap rontok.

Buah kaget
Musabab lain, “Buah retak karena jumlah air di dalam tanah berubah secara tiba-tiba,” tutur JK Sutanto, pekebun jambu air di Subang. Akibatnya terjadi perubahan tekanan turgor secara mendadak. Sel menggelembung akibat volume cairan di dalam bertambah. Ini biasanya terjadi pada buah yang muncul pada musim kemarau, lalu dikejutkan datangnya hujan. Laju aliran air dan hara dari tanah ke buah yang semula lambat berubah menjadi cepat secara tiba-tiba. Ketika kecepatan kulit buah “mengembang ” lebih lambat ketimbang aliran air dan hara ke buah, terjadilah pecah di pangkal.

Hal senada diungkap Eric Lim, konsultan pertanian dari Malaysia. Menurut Eric, pecah buah terjadi bila ada defi siensi unsur mikro yang dikombinasikan dengan kondisi kekeringan. Kekurangan unsur mikro membuat kulit buah tidak elastis. Sementara kondisi kering yang tiba-tiba dikejutkan dengan turunnya hujan membuat akar menyerap hara dengan cepat. Kulit buah tidak sanggup menahan laju pembesaran buah sehingga pecah. Hal serupa kerap terjadi pada jeruk dan duku.

Elastisitas kulit buah bisa diperbaiki dengan memberikan unsur mikro, seperti kalsium dan kalium. Alternatif lain, membenamkan kapur pertanian dalam bentuk kalsit CaCO3 dan dolomit CaMg (CO3)2. “Kalsium mempertahankan elastisitas perkembangan sel buah,” ujar Reza.

Dari berbagai literatur pelajari, kalsium menguatkan dinding sel dan menggiatkan pembelahan sel. Ia juga mengaktifk an kerja berbagai macam enzim. Sementara kalium berperan sebagai katalisator dalam pengubahan protein menjadi asam-asam amino. Ketersediaan kalium dalam tanaman yang memadai membuat batang, cabang, ranting, dan tangkai buah kekar. Dengan begitu buah tak gampang rontok.

Busuk buah
Momok lain buat penggemar citra:busuk akibat serangan lalat buah. Upaya mengatasi dengan membungkus buah tak sepenuhnya membuahkan hasil. Dari luar buah terlihat mulus, tapi begitu dibelah bagian dalam busuk. Itu terjadi karena pemilik terlambat membungkus dan pemilihan jenis pembungkus yang tidak tepat.

Beberapa hobiis membungkus dengan plastik. Namun, pembungkus plastik tanpa lubang angin membuat kelembapan di sekeliling buah naik. Akibatnya, cendawan gampang menyerang. Hobiis lain membungkus dengan kertas koran atau karbon. Kertas koran memang menyerap air sehingga kelembapan terjaga. Namun, biasanya buah dibungkus dengan bagian bawah terbuka. Akhirnya, para pekebun dan hobiis sepakat. Agar sang primadona tampil mulus sempurna semua kombinasi perlakuan mesti diterapkan. Berikut cara agar citra tampil mulus.

Cegah buah retak
1. Lakukan penyiraman rutin-sekali sehari pada pagi atau sore hari-saat musim kemarau, terutama ketika tanaman mulai berbuah. Itu untuk menghindari perubahan tekanan turgor secara tiba-tiba saat musim hujan tiba. Banyak pekebun menganggap, penyiraman saat tanaman jambu air berbuah menyebabkan rasa kurang manis. Padahal, rasa manis tetap terjaga asalkan pemberian air rutin.
2. Cukupi ketersediaan kalsium dan kalium di dalam tanah jauh-jauh hari sebelum tanaman berbuah. Misalkan, untuk menambah kalsium diberikan kapur pertanian atau dolomit 2-3 bulan sebelum masa berbuah. Dosis kapur tergantung pH tanah dan ukuran tanaman. Namun, pengalaman Lutfi Bansir, pembenaman 1 kg dolomit untuk pohon jambu berumur 2-3 tahun sudah cukup. Kalium ditambahkan dengan pemberian pupuk KCl.
3. Menurut Reza, tanpa analisis hara tanah, sulit menentukan dosis kalsium dan kalium. Tak jarang keduanya sebenarnya tersedia dalam tanah, tapi tidak dapat diserap akar karena terikat kuat oleh tanah. Supaya aman, gunakan probiotik tanaman buah. Probiotik mengandung mikroorganisme yang mampu melepaskan ikatan Ca dan K dari tanah sehingga mudah diserap tanaman. Setiap 5 cc diencerkan dalam seliter air. Kebutuhan setiap tanaman 5 liter per minggu. Bila Ca dan K tercukupi, maka buah tak gampang retak.

Cegah buah busuk
1. Penyebab utama jambu air busuk ialah serangan lalat buah. Karena itu pembungkusan buah menjadi mutlak 15 hari setelah bunga mekar. Sebelum dibungkus, lakukan pencegahan dengan menyemprotkan insektisida dan fungisida yang dicampurkan dengan dosis masing-masing 1 cc/l atau sesuai petunjuk di kemasan.
2. Bungkus pentil buah dengan pembungkus ganda: kertas dan plastik. Kertas mengurangi kelembapan di sekeliling buah sehingga serangan cendawan minimal. Kertas dilapisi plastik. Agar lebih praktis, gunakan pembungkus buah tunggal berbahan khusus nonwoven. Bahan itu ringan dengan pori mikroskopis sehingga kelembapan tinggi akibat pengembunan terhindar.
3. Untuk mengurangi serangan lalat buah, pasang perangkap. Biasanya berupa wadah plastik berisi senyawa kimia eugenol. Aroma eugenol mirip bau tubuh lalat betina sehingga lalat jantan terpancing masuk ke dalam perangkap.
4. Untuk pekebun skala besar, lakukan pengasapan dengan insektisida sekali seminggu di sekitar kebun. (Destika Cahyana)

Sumber :
Selasa, 11-April-2006, 08:32:15
© 2006 trubus

Comments (13) »

Membuat Halaman Menjadi Taman

Republika Online, Minggu, 03 September 2006

Pernahkah Anda membayangkan kalau suatu saat kelak halaman atau pekarangan rumah Anda bakal bisa menjadi taman buah atau taman bunga yang indah nan cantik? Ya, hal itu dapat terujud, tergantung kemauan dan keseriusan kita.

Menurut pengusaha tanaman buah dan bunga, siapa saja, yang rumahnya memiliki halaman, dapat membangun pekarangannya menjadi taman buah atau taman bunga. Sebab untuk mewujudkan itu tidaklah sulit, hanya perlu keuletan dan perawatan atas tanaman-tanaman tersebut.

”Waktu kita memang akan sedikit tersita untuk mengurusi tanaman itu, misalnya mengatur penyiraman, pemupukan, pemangkasan, dan sesekali mengawasi kemungkinan datangnya hama tanaman,” ujar Yanti Permana, pengusaha tanaman buah dan bunga di kawasan Cibinong, Bogor, Jawa Barat.

Menurut wanita yang sudah sepuluh tahun berbisnis tanaman, saat ini banyak bibit buah atau bunga yang dijual di pasaran. Tanaman tersebut umumnya merupakan bibit unggul yang siap dikembangkan. ”Kita tinggal memilih bibit jenis buah atau bunga apa yang kita inginkan, semuanya tersedia,” ujarnya. Tanaman bibit buah dan bunga bisa ditanaman di halaman atau di pekarangan rumah dengan menggunakan pot. Untuk tanaman buah, biasanya menggunakan pot yang lebih besar, seperti drum, sementara untuk bunga, potnya lebih kecil.

Tanaman-tanaman ini semuanya cocok ditempatkan dimana saja, tapi sebaiknya diletakkan di titik yang mendapat sinar matahari. ”Ini agar pertumbuhannya lebih bagus,” paparnya.

Untuk jenis tanaman buah yang akan ditanam, dianjurkan agar disesuaikan dengan luas halaman atau pekarangan rumah. Jangan sampai pekarangannya kecil, lantas menanam bibit durian, misalnya. Ini tentu kurang cocok, sebab, pohon durian akan tumbuh agak tinggi dan perkembangannya melebar.

Yang lebih pas untuk ditaman di lahan yang lebih kecil, misalnya rambutan, jambu, sawo, atau mangga. Tanaman pot ini bisa berbuah meskipun pohonnya masih kecil dan pendek.

Untuk tanaman bunga, kita memilih pot yang sesuai dengan selera, tapi disarankan ukurannya tidak terlalu besar. Sebab terkadang pot yang besar akan mengganggu keindahan dari bunga itu sendiri. ”Disesuaikan dengan ukuran bunganyalah.” papar Yanti.

Lantas bagaimana tanaman itu agar cepat berbunga atau berbuah. Suwardi, petani tanaman di Jalan Pajajaran, Kota Bogor, menjelaskan, sebenarnya tidak ada kiat khusus agar tanaman itu cepat berbunga atau berbuah. Perawatannya pun biasa saja, namun perlu meluangkan waktu untuk mengurusinya agar kelak mendapatkan hasil yang maksimal.

Untuk tanaman bunga, lanju Suwardi, kita perlu mencocokkan jenis bunga dengan media serta pupuknya. Misalnya, bunga mawar. Medinya adalah tanah yang dicampur dengan kotoran hewan yang sudah kering. ”Agar tanaman ini cepat berbunga kita perlu memberinya pupuk NPK,” ujarnya.

Harus dipangkas
Dalam perawatan bunga mawar, harus dipangkas dan dipotong batangnya. Setiap kali selesai berbunga, batangnya dipotong hinga pendek. Dengan begitu akan muncul lagi tunas yang bercabang. Begitu dipangkas, pupuk NPK ditabur kembali di sekeliling batang (jangan mengenai batang dan daun). Makin banyak cabangnya, akan makin banyak pula bunga yang muncul. ”Dengan cara ini bunga akan terus muncul,” papar Suwardi.

Tanaman bunga lainnya juga hampir sama, misalnya bunga bougenvil. Tetap dilakukan pemangkasan dan pemberian pupuk NPK. Disebutkan, pupuk NPK cocok untuk hampir semua jenis tanaman bunga, termasuk buah. Pupuk ini akan lebih cepat merangsang munculnya bunga dan buah pada tumbuhan. Untuk tanaman buah, juga perlu pemupukan yang rutin, misalnya setiap tiga bulan sekali. Sekarang, seiring dengan makin manjunya industri pertanian, jenis pupuk yang ada di pasaran pun semakin beragam. Ada pupuk khusus untuk daun yang merangsang munculnya putik, ada juga untuk akar dan batang. ”Intinya pupuk itu semua bagus, asalkan sesuai dengan anjuran pemakaiannya.”

Sama dengan bunga, tanaman buah juga harus dipangkas, agar tunas dan cabang baru muncul serta pertumbuhannya tidak terlalu tinggi. Kata Suwardi, diusahakan juga agar daunnya tidak terlalu rimbun, karena itu perlu dipangkas. Dan yang paling penting, jangan lupa melakukan penyiraman, paling tidak dua kali dalam sehari. ”Kalau hal ini rutin dijalankan, tanaman buah dan bunga akan mendapatkan hasil maksimal. Dan halaman rumah Anda bakal berubah menjadi taman bunga atau taman buah.”
(kho )

Comments (41) »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 35 pengikut lainnya.