Archive for Tip & Trik

Bersantap di Resto Organik, Enak Tanpa Vetsin

Kini mulai menjamur restoran yang mengaku penyaji makanan organik.
Proses penanamannya memang non-kimiawi. Benarkah tak cuma bikin enteng
badan? “Badan rasanya enteng sekali, terutama bahu,” yakin Hariyanto, saat
menjelaskan manfaat sayur organik yang dikonsumsinya setiap hari selama hampir setengah tahun ini.

Bukan hanya alasan kesehatan yang membuat pria 48 tahun ini menyukai
makanan organik. Mulanya semacam test-case sebelum pelanggan mencicipi sajian sayuran organik di restoran miliknya, “Warung Daun” (WD).
Namun, ia jadi keterusan. Habis sehat sih. Barang aneh harga mahal
Upaya menyajikan makanan sehat sepenuhnya juga dilakukan Stevan Lie.
Sekitar empat tahun lalu, ujarnya, makanan organik di Jakarta masih
barang langka, “Mereka yang cukup uang membelinya di Singapura.”
Rekannya, dr. Riani Susanto, ND, CT, seorang dokter naturopati menyarankan agar Stevan mengimpor bahan makanan organik. Namun, masa itu, selain harganya mahal, pasarnya pun belum ada. Yang paling menyakitkan, “Kami dikejar waktu, karena bahan organik expired date-nya pendek.”
Meski begitu, tahun 2001, ia membuka gerai kecil di Ranch Market Pejaten.
Bahan makanan organik impor ia pajang. Namun, apa yang terjadi? Hampir
tak ada orang menyambangi. Setengah sinis mereka berkomentar, “Barang apaan nih. Kok mahal amat!” Itulah yang membuat Stevan sedih.

Sulih resep
Januari 2004, atas umpan – saran dari pelanggan yang sudah membeli bahan
makanan organik berharga mahal tapi tak tahu rasanya, Stevan membuka toko dan restoran sekaligus di Kebonjeruk, Jakarta Barat. Konsep ini disempurnakan jadi 3-in-1, yakni dilengkapi dengan klinik detox centre, yang ditangani langsung dr. Riani. Tiga bulan pertama, restoran yang dinamainya Healthy Choice (HC) itu sepi tamu. Daripada bahan makanan yang dibeli mahal itu rusak, terpaksa dimasak untuk karyawan.

Berbeda dengan resto biasa, HC semaksimal mungkin menggunakan bahan
makanan organik. Terutama sayuran. “Tidak seratus persen (berbahan organik), karena susah mencari rempah-rempah yang semuanya organik,” terang Stevan. Namun, dengan resto mungil yang cuma memuat 20 orang itu,
ia ingin membuktikan bahwa health-food juga bisa enak, bukan seperti
makanan rumah sakit yang tak ada rasa.

Bagaimana caranya? Dengan sulih resep. Artinya, seluruh bahan diganti
dengan barang organik. Stevan dan stafnya putar otak menciptakan makanan yang ingredient-nya Sehat. Maka terciptalah misalnya Tom Yam menggunakan cuka apel. Atau udang goreng, yang biasanya pakai kecap manis,
diganti molase, baik untuk diabetisi. Untuk pengganti kecap asin dipakai
liquid aminos yang kadar sodiumnya rendah, aman bagi penderita hipertensi. Ada juga laksa dan kari yang tidak pakai santan, diganti susu soya (kedelai), sehingga aman bagi penderita hiperkolesterolemi. “Semua ada penggantinya, termasuk vetsin,” yakin Stevan. Diakui, walau tidak didampingi ahli gizi,
peran dr. Riani sebagai spesialis detoksifikasi yang mengerti nutrisi
cukup besar. Tak perlu dihitung kalori setiap Sajian, yang penting proses
penyajiannya benar dan teliti.

Comments (12) »

Tips Agar TaBuLamPot Cepat Berbuah

Aku mendapat informasi dari WordPress, bahwa ada yg mencari tips agar tabulampot cepat berbuah, nih tips dan triknya : (singkat sih tp semoga bermanfaat).

Perawatan yang aku berikan pada pohon mangga, gunakan NPK utk pemupukan tanah, tentunya pada saat kondisi pohon sudah cukup umur untuk berbuah, selanjutnya pada saat pohon berdaun hijau tua semprotkan pupuk organik cair ( Growing ) pada cabang dan daun di siang hari ( pukul 10 – 1 siang ) dengan menggunakan lubang semprot yang halus. Semprotkan beberapa kali (secukupnya) , 2 x seminggu. Penyemprotan rutin dan kontinya aku lakukan pada siang hari, alhasil pohon jambu merah getas, delima, mangga, dalam 3 bulan berbuah lebat dan yang paling penting aku tidak meggunakan zat perangsang kimia.
Makan buahnya pun hati tak was-was lagi.

Aku ada pupuk organik cairnya, jika Anda tertarik silahkan mengirim e-mail utk penjelasan dan pemesanan.

Semoga bermanfaat,

Mari berkebun…!

Salam…!

Mukti P.
nb : Aku akan mengulas tuntas mengenai pupuk organik cair ini pada posting selanjutnya. Utk sekarang masih dlm tahap uji coba.

Comments (79) »

Kebun Wisata Pasir Mukti

Artikel ini dimuat bukan karena ada kata “Mukti” nya loh…he..he..he.. !
Selamat membaca…

Kebun Agro Wisata Pasir Mukti Jl Raya Tajur Pasirmukti km.4 Citeureup, Bogor ini mantap memakai EM4 yang ramah lingkungan. Kepala Devisi Agro, Ir Cecep M. Ramdan, menyebutkan Kebun Wisata Pasir Mukti seluas 50 hektar ini sangat menghindari penggunaan pupuk kimia. ”Karena itu EM4 sangat efektif dipergunakan di perkebunan ini terutama bokashi cair,” katanya.

Dalam sebuah pameran dan bazaar pertanian di lokasi Kebun Wisata Pasir Mukti, tim PT Songgolangit Persada mensosialisasikan pembuatan kompos dari bahan limbah pertanian. Sosialisasi membuat bokashi baik padat maupun cair ini mendapat sambutan antusias dari pengunjung bazaar dan pejabat Kebon Agro Wisata Pasir Mukti.

Menurut Cecep, Kebun Wisata Pasir Mukti yang memiliki maskot buah Lemon Cui sangat bagus dengan menggunakan EM4. ”Dengan EM4, mendapat hasil yang maksimal, buahnya menjadi lebat pengaruh aplikasi pupuk bokashi cair yang secara rutin diberikan,” katanya.

Lanjut Cecep, Jeruk Lemon Cui atau Jeruk Kasturi, Jeruk kunci jika di Bangka atau Jeruk Kalamanji di Filipina, menjadi produk unggulan. Karena Jeruk Lemon Cui ini sudah mulai diminati di Indonesia khususnya Indonesia bagian timur di antaranya untuk membuat sambal, juss dan minuman segar lainnya.
”Sedang di Pasir Mukti ini, Jeruk Lemon Cui ini dijadikan sirup. Dan, sisa perasannya masih bisa dipergunakan untuk seley. Selain dikonsumsi sendiri, hasil Jeruk Lemong Cui dijual ke restoran Menado yang mulai menjamur di Jakarta. Dalam satu bulan, dengan luas 6 hektar yang ditanami pohon Lemon Cui ini baru mencapai 1 hingga 2 ton perbulan,”katanya.

Alasan Pasir Mukti menghindari pemakaian pupuk kimiawi untuk menjaga kelestarian lingkungan. Kebun wisata Pasir Mukti memang kebun wisata agro yang ramah lingkungan dengan panorama hamparan sawah di antara kebun buah dan kolam ikan. Terletak di antara desa Tajur, Pasir Mukti dan Gunung Sari Kecamatan Citeureup, Bogor. Melalui wisata agro yang mendidik dan menghibur, Pasir Mukti menawarkan pengenalan dan pengetahuan pertanian bagi pengunjung khususnya generasi muda. Di atas tanah seluas 50 hektar ini terdapat tanaman anggrek dan tanaman hias, kebun buah dengan aneka buah tropis dan eksotis, kebun tanaman buah dalam pot (tabulampot), kebun pembibitan, kolam-kolam pemancingan yang asri dan apotek hidup. Areal persawahan dan palawija, arena kolam lumpur dan arena bermain, lokasi outbound, arena kemping dan lain-lain.

• Agus Salam-Koran Pak Oles, edisi 112/September

Comments (20) »

Ralat : Panduan Lengkap Pembibitan TaBuLamPot

Dipostingan kemarin yg membahas mengenai cara mencangkok instan yg Aku sertakan gambar ternyata hasilnya terpotong, mohon maaf.

Saya meralat dengan mengirim e-book yg jelas lebih lengkap.
Silahkan Klik disini utk mendownloadnya.
Tapi Anda harus punya acrobat reader utk bisa membaca file pdf ini.

Selamat mencoba…!

Mari Berkebun…

Salam

Mukti P.

Comments (8) »

Mencangkok Instan (with Animasi)

Zaman serba praktis dan cepat, ini ada tip dan trik cara cepat mencangkok. Hasil dijamin lebih cepat dan lebih mudah terutama jika mencangkok di dahan yg tinggi.

Tehniknya hampir sama dengan cara mencangkok yang biasa, bedanya adalah media tanah sudah lebih dulu dimasukkan ke dalam kantong plastik. Media tadi dimasukkan ke dalam kantong plastik ukuran ¼ kg untuk diameter batang
yang kecil dan ½ kg untuk diameter batang yang lebih besar (ukuran kantong plastik disesuiakan dengan diameter batang yang akan dicangkok).

Pengisian media ke dalam lembaran plastik :
Isikan media dan padatkan sampai ¾ plastik, kemudian tarik ujung kantong plastik dan ditalikan. Dari 2 kg media akan dihasilkan 15-20 media dalam kantong plastik. Media dalam kantong plastik tersebut tahan sampai dengan 1 bulan.

Cara penggunaan media tersebut tinggal menyobek/mengiris memanjang satu sisi kantong plastik dan sisi sobekan tadi dimasukkan dari bagian bawah luka bila posisi batang melintang atau datar, pada posisi batang tegak memasukkan bebas, kemudian diselubungkan secara merata ke keratan batang tanaman. Lakukan pengikatan, agar media pada posisi yang benar (letak sobekan menghadap ke
atas (bila posisi batang mendatar) dan media rata menyelubungi/menutup keratan/luka di batang tanaman).

Dengan tehnik ini diperoleh keuntungan:
1. Pencangkokan lebih cepat dan ringkas.
2. Jumlah tanaman yang kita cangkok bisa lebih banyak per satuan waktu.
3. Kita punya persediaan media dalam kantong plastik yang mudah dibawa kemana-mana dan mudah dipakai sewaktu-waktu.

Cangkok Instan

Cat :
Tambahkan hormon pertumbuhan atau vitamin, contoh Liquinox Start Vitamin B-1 yang banyak dijual di toko pertanian dengan dosis 2 cc untuk 1 liter air.Atau mudahnya 1 sendok makan = 1 tutup kemasan = 10 cc = 10 ml. Kalau kesulitan mencari hormon tumbuh dapat menggunakan pupuk Urea yang dicairkan dengan kadar 1 % atau 1 gr/1 lt air.

Contoh penggunaan media: 2 kg serbuk kelapa kering dicampur dengan 1liter air yang sudah dicampur dengan 1-3 tetes hormon pertumbuhan, kemudian diratakan hingga diperoleh campuran yang basah.

Mari Berkebun…!

CU…!

Mukti P.

Comments (45) »

Tabulampot, Solusi Berkebun Di Lahan Sempit

Republlika Online, Rabu, 06 Oktober 2004

Pada tabulampot air dan pupuk dapat diserap sampai 80 persen. Sedangkan pada tanaman biasa air dan pupuk menyebar ke sekitarnya. Tinggal di perkotaan tapi ingin memuaskan hobi sekaligus memiliki kebun buah-buahan? Bisa. Ada tabulampot (tanaman buah-buahan dalam pot). Tak perlu lahan yang lapang, cukup di tempat terbatas, dan dapat diatur sesuai keinginan. Dalam kaleng bekas cat, drum, atau wadah-wadah lainya. Mediumnya pun bermacam. Tanah adalah medium yang biasa. Atau, Anda dapat memanfaatkan sekam.

”Sekarang model seperti ini lagi tren,” kata Marsono, konsultan pertanian dan pemasaran dari PT Niaga Swadaya pada pameran tanaman yang diselenggarakan Trubus di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, pekan silam.

Sebenarnya menanam tanaman buah dalam pot sudah lama dilakukan orang. Setelah besar biasanya tanaman dipindahkan ke lahan. Namun, tabulampot baru menjadi tren karena kini dianggap indah, dan bila dibisniskan hasilnya memuaskan.

Tabulampot bisa menjadi solusi bagi yang ingin berkebun di lahan sempit. Dengan memanfaatkan lahan yang tidak luas, beberapa jenis tanaman bisa ditempatkan dalam lokasi yang berdekatan. Selain itu, hampir semua jenis tanaman buah-buahan bisa ditanam dalam tabulampot. Seperti sawo, mangga, rambutan, jeruk, belimbing, kedondong, jambu air, nangka, salak, dan lainnya. ”Hampir semua, bisa kecuali durian, bisa dijadikan tabulampot. Sebab, akar durian tidak fleksibel seperti tanaman lain. Mungkin nanti suatu saat kalau teknologinya sudah ada pasti bisa,” tutur Marsono.

Dari semua jenis tabulampot, yang paling mudah ditanam adalah mangga dan jambu air. Sedangkan tanaman lainnya perlu ketekunan karena memiliki karakter yang berbeda. Selain itu, pada tabulampot proses berbuahnya lebih cepat dibanding tanaman biasa. Mangga tabulampot, misalnya, bisa berbuah dalam waktu sekitar tiga tahun. Mangga biasa perlu waktu hingga lima tahun.

Itu karena tabulampot ditanam di tempat yang terbatas sehingga pasokan air maupun pupuk bisa diatur sesuai keinginan dan tidak tersebar ke mana-mana. Berbeda dari tanaman biasa yang ditanam di atas lahan, pasokan air dan pupuk bisa menyebar ke tempat sekitarnya sehingga kebutuhan tanaman pada dua hal itu berkurang. ”Pada tabulampot penyerapan air dan pupuk sampai 80 persen,” kata Marsono.

Bila sudah tumbuh besar, tabulampot bisa dipindah ke tempat lain yang lebih besar. Rasa buahnya juga tidak berbeda dari tanaman biasa. Merawatnya juga tidak jauh berbeda dari tanaman biasa yang memerlukan air, pupuk, penggemburan, penyemprotan hama, dan sanitasi lingkungan.

Terbatas

Memiliki tabulampot bukan tanpa kelemahan. Karena peredaran akarnya dibatasi, otomatis kemampuan berbuahnya juga terbatas. Sebatang mangga tabulampot maksimal bisa menghasilkan buah antara lima sampai delapan untuk sekali musim panen. Berbeda dari pohon biasa yang jumlahnya bisa banyak. Kalau dipaksakan tanaman bisa tidak berbuah di musim berikutnya, atau mati. ”Karena itu, sebaiknya tabulampotnya banyak sehingga jumlahnya sama dengan sebuah pohon biasa.”

Usia sebuah tabulampot mangga maksimal sekitar 10 tahun. Pohon mangga biasa bisa puluhan tahun. Bagi yang hobi, kendala itu tidak menjadi masalah. Banyak orang yang bisa meraih sukses dengan hobi ini. Bahkan bisa mengembangkannya hingga berbuah dalam jumlah besar. ”Mengurusnya sama dengan mengurus anak,” kata Wahidin Yunus, pengembang tabulampot yang sukses.

Ia tertarik menjalankan hobi ini karena memang menyukai tanaman, dan lagipula tabulampot bisa dilakukan di lahan terbatas. Bermodal pekerjaannya di Sudin Pertanian Pemprov DKI dan lahan 1.000 meter persegi di kawasan Cimanggis, Bogor, ia memulai hobinya sejak empat tahun silam.

Hobi coba-coba itu tanpa disangka bisa berkembang pesat sampai kini. Wahidin mengatakan memiliki sekitar 100 pohon mangga, semangka, dan beberapa pohon lain seperti kedondong, rambutan, nangka dan sebagainya. Resep keberhasilan bisnisnya ini berkat informasi yang rajin ia serap dari berbagai pertemuan maupun pameran tentang tabulampot dan usahanya yang tanpa henti.

Selain itu, Wahidin menerapkan kiat yang sedikit berbeda dari pengembang tabulampot lainnya. Ia menggunakan sekam padi, pupuk, dan tanah merah. Ia menanam tabulampot dengan komposisi 4:1:2 (empat ember sekam padi, satu ember pupuk kandang, dan dua ember tanah merah). ”Cara seperti ini memudahkan kita memindahkan tanaman ke tempat lain,” ujarnya.

Bila tanaman terus berkembang, drum yang digunakan sebagai tempat menyimpan tabulampot jebol karena berkarat. Agar akar tidak tembus ke tanah, Wahidin mengganjal alas drum dengan batu bata secukupnya guna mencegah akar pohon masuk ke dalam tanah.

Tabulampot Mangga Paling Diminati

Dari tabulampot buah-buahan, tanaman mangga yang paling diburu pecinta tabulampot. Marsono, konsultan pertanian dan pemasaran PT Niaga Swadaya, mengungkapkan, tabulampot mangga yang belum berbuah biasanya dijual sekitar Rp 200 ribu per pohon. Namun, yang sudah berbuah bisa mencapai Rp 400 ribu lebih per pohon. ”Soalnya sudah terbukti berbuah dan terlihat cukup menarik,” katanya beralasan.

Ucapan Marsono itu dibuktikan oleh Wahidin Yunus, salah seorang pengembang tabulampot yang sukses. Tanaman mangganya yang ia buat tabulampot dengan modal sekitar Rp 100 ribu ia bisa menjual kembali seharga Rp 1,5 juta.

Mangga tabulampot miliknya bisa menghasilkan buah hingga 40 buah sekali musim panen. Ia mengakui, tanaman mangga paling mudah dijadikan tabulampot karena itu tanaman ini menjadi favorit para penggemar tabulampot, baik pemula maupun yang sudah lama.

Harga bibitnya relatif tidak terlalu mahal, yakni sekitar Rp 50 ribu hingga Rp 60 ribu dengan tinggi sekitar satu meter tiap pohon. ”Biasanya sekitar enam bulan sudah bisa panen,” ungkap Marsono.

Tentang bibitnya, Wahidin Yunus, salah seorang pengembang tabulampot yang sukses, mengaku memburunya hingga sampai ke Majalengka, Jawa Barat. Kawasan itu memiliki bibit tanaman, terutama untuk tabulampot, yang baik.

Comments (24) »

Mencangkok part 2

Mari Kita lanjutkan kegiatan membuat TaBuLamPot…

Kegiatan selanjutnya setelah selesai mencangkok adalah menanam hasil cangkokan.

Persiapkan alat2 di bawah ini :

1. POT
Banyak media tanam yg bisa dimanfaatkan utk menanam TaBuLamPot. Bisa pot beneran yg dari keramik atau semen, kaleng drum bekas, atau apa saja yg penting cukup kuat utk menahan tanah dan perkembangan akar tanaman. Utk hasil maksimal diameter pot adalah setengah tanaman yg ditanam. Contoh : Aku akan menanam sebatang jambu air dengan tinggi 1 m, maka diameter pot yg disarankan adalah 50 cm.

2. Media tanam
Umumnya adalah campuran antara tanah, pasir, serbuk gergajian, sekam padi, atau pupuk kandang. Gunakan media tanam yg paling mudah didapat disekitar rumah. Kalau Aku biasa menggunakan tanah, pasir atau serbuk gergaji, dan pupuk kandang. Serbuk gergaji bisa minta di tukang kusen yg biasanya ada di dekat perumahan.

3. Batu kerikil, pecahan gentang, atau batu split.
4. Batang bambu utk penyangga tanaman.

Langkah-langkah penanaman :

1. Pertama, pastikan pot sudah cukup lubang di bawah utk proses drainase. Ini penting, agar air yg tidak terpakai bisa keluar dan dari pot dan pot tidak banjir. Jika media yg dipakai adalah drum lubangi bagian dasar secukupnya.
2. Dalam keadaan terbuka keatas, isilah pot terlebih dahulu dg kerikil, batu split ,pecahan gentang, pecahan keramik (dibuat menjadi kerikil). Gunanya utk menahan tanah agar tidak tergerus air sedikit demi sedikit. Tinggi kerilkil sekitar 3 – 5 cm.
3. Campur tanah, pasir/serbuk gergaji, pupuk kandang dg perbandingan 2:1:1. Aduk2 campuran itu sehingga merata benar.
4. Isialah pot yg sudah disiapkan dengan capuran tanah setengah tinggi pot.
5. Buat cekungan di bagian tengah tanah, kemudian dg hati-hati letakan tanaman di bagian ini.
6. Urug batang tanaman dg sisa tanah hingga ketinggian 3/4 tinggi pot.
7. Tekan-tekan tanah utk memadatkan tanah, dan pastikan tanaman bisa berdiri dg tegak dan cukup kuat.
8. Buatlah penyangga utk menopang batang tanaman yg baru ini caranya menopangnya dg bambu dr tiga sudut yg berbeda, kemudian ikat seperlunya.
9. Ada baiknya tutup tanah dengan pupuk kandang kira-kira setebal 2-3 cm.
10. Siram tanaman baru Kamu sampai air keluar dr lubang pembuangan pot.

Sekarang, tinggal kesabaran dan ketelatenan utk merawat tanaman baru ini. Siramlah setiap pagi dan sore, hindari penyiraman di siang hari, karena akan sia-sia. Sebelum air terserap oleh tanaman akan menguap duluan oleh terik matahari.
Perhatikan jg masalah penyinaran, yg baik adalah tanaman yg ckp mendapatkan sinar matahari (tergantung jg jenis tanamannya). Kondisi yg paling bagus adalah tanaman yg mendapatkan sinar matahari dari pagi sampai jam 11 siang, dan terlindungi dari sinar matahari secara langsung setelah jam itu.

Selamat mencoba…
Mari berkebun, CU next time….

Mukti

Comments (2) »

Lebih Asyik dengan Tabulampot

TANAMAN hias untuk ruangan kerja atau ruangan tamu serta lobi sebuah hotel tidak hanya berupa bunga dan tanaman tanpa bunga. Tanaman hias itu juga bisa berupa tanaman buah dalam pot yang populer dengan sebutan tabulampot.

Tanaman buah dalam pot lebih asyik dan nikmat dipandang dibandingkan dengan tanaman hias berupa bunga dan nonbunga. Kenikmatan ganda bisa diperoleh dari tanaman buah dalam pot. Selain bisa memandangi indahnya bunga dan menghirup wangi bunga, kita juga bisa menikmati indahnya buah yang menguning bergantungan pada dahan.

“Buah yang menggantung itu juga lambang keberhasilan,” kata Dr Ir Reza Tirtawinata yang memperkenalkan dan mengembangkan tanaman buah dalam pot sejak tahun 1985-saat ini ia menjadi Kepala Divisi Riset dan Pengembangan PT Mekar Unggul Sari yang mengelola Taman Wisata Mekarsari (TWM), Cileungsi, Kabupaten Bogor-kepada Kompas dua pekan lalu.

Filosofi tanaman, papar pakar buah ini lebih lanjut, jika menanam tanaman, yang diharapkan tumbuh adalah batang dulu dan daun. Itu gampang, semua orang bisa melakukannya. Tetapi, kalau harus tumbuh batang, daun, dan keluar bunga, tidak semua orang bisa. “Hanya orang-orang yang benar-benar mencintai tanaman dan tekun merawat yang bisa membuat tanaman itu berbunga dan berbuah,” tutur Reza.

Urut-urutannya, menurut Reza, selalu batang dulu, keluar daun, disusul keluar bunga dan berbuah. “Jadi, buah itu paling sulit karena urutan terakhir. Kalau sukses dalam pemeliharaan sampai bisa berbuah, apalagi dalam pot yang terkendali, itu lambang keberhasilan. Tantangannya di situ,” kata Reza.

Ia menambahkan, tanaman buah dalam pot dari sisi estetika sangat tidak kalah dengan tanaman hias lainnya. Dia lalu menunjuk ke tanaman buah dalam pot, berupa jeruk siam dalam pot dari drum, sebagai tanaman hias di sudut ruang kantornya dan satu pot cabai rawit di atas meja kerjanya.

Tanaman buah dalam pot berupa jeruk siam yang lebat buahnya, kata Reza, tidak semua orang bisa membuatnya hingga lebat buahnya sampai masak di pohon.

“Kebahagiaan yang kita peroleh adalah bisa melihat buah itu berbuah lebat, memetik urusan lain, sayang kalau segera dipetik. Nah, kalau sudah masak benar baru dipetik dan dimakan. Jika kita mengikuti tanaman buah dalam pot sejak awal tanam sampai berbunga dan kemudian buahnya bergantungan, wah sungguh membuat kita jadi bahagia sekali,” tuturnya.

SEJAK bekerja sebagai Kepala Divisi Operasional merangkap Ketua Tim Staf Ahli di Taman Buah Mekarsari pada tahun 1994, Reza kemudian mengembangkan tanaman buah dalam pot dari berbagai jenis. Hal ini didorong oleh keinginan Ketua Yayasan Purna Bhakti Pertiwi Ny Tien Soeharto (almarhumah), pendiri Taman Buah Mekarsari, yang menginginkan tamu negara yang dibawa berkunjung di taman itu dapat memetik buah.

“Karena itu, lantas saya mengupayakan secara besar-besaran aneka jenis buah yang ditanam dalam pot sehingga dapat secara bergiliran tiap bulan ada tanaman yang berbuah. Dengan demikian, tamu negara yang diajak Bu Tien bisa memanen buah tinggal petik aneka tabulampot yang berbuah,” ujar Reza mengenang awal usaha pengembangan besar-besaran tanaman buah dalam pot pada tahun 1995-an.

Adapun buah-buahan yang bisa ditanam dalam pot adalah buah yang berukuran kecil, tak lebih dari setengah kilogram. Antara lain belimbing, jambu air, jambu biji, jeruk-jerukan, sawo, delima, kelengkeng, dan paling besar adalah buah mangga.

“Buah-buahan itu, apabila ditanam dalam pot, sungguh indah dan cukup memesona jika digunakan sebagai tanaman hias di ruang kerja, ruang tamu, dan lobi hotel. Namun, sampai kini tanaman buah dalam pot ini belum populer sebagai tanaman penghias ruangan,” kata Reza seraya menambahkan harga jual aneka tanaman buah dalam pot di TWM berkisar Rp 5.000 untuk cabai hingga Rp 3 juta untuk lengkeng dataran rendah yang sedang berbuah. Tanaman dengan harga paling tinggi yang pernah dijual dalam lelang oleh TWM adalah tanaman buah dalam pot delima hitam seharga Rp 25 juta.

Harga jual setinggi itu, menurut Reza, selain “membeli” keindahan tanaman delima yang sedang berbuah, juga karena terkait kepercayaan keberuntungan apabila memiliki tanaman buah delima hitam yang sedang berbuah.

Tanaman buah dalam pot yang awalnya digagas bagi penghuni rumah sehat sederhana yang sempit pekarangannya untuk berkebun itu kini berkembang menjadi tanaman hias. Kendati demikian, tanaman buah dalam pot yang di dunia hanya dikembangkan di Indonesia ini belum populer. Penggemarnya sangat terbatas. Bisa jadi hal itu disebabkan karena butuh ketekunan dan memerlukan perawatan sendiri. Padahal, menurut Reza, staf ahli TWM siap membantu.

“Beli dulu tanamannya, maka ’dokter’ tanaman kami siap datang, khususnya di wilayah Jabotabek, bila tanamannya sakit atau tak lagi mau berbunga. Dokter tanaman kami akan memeriksa dan kemudian memberi ’resep’ untuk membeli pupuk dan bagaimana cara memberikannya dan lain-lain. Apabila tanaman itu perlu dirawat, bisa dirawat inap di TWM. Jika sudah sembuh dan mulai berbunga, bisa diantar kembali,” kata Reza seraya menambahkan bahwa bisnis tanaman buah dalam pot juga cukup cerah karena yang dijual juga seni. Seperti diketahui, seni itu tak bisa diukur nilainya. (FX PUNIMAN)

Sumber : KCM

Comments (3) »

POT

Kiat Cara Pengepotan dan Pengairan yang Baik untuk Membantu Meningkatkan Keindahan Tanaman Pot Koleksi Anda

Cara Pengepotan yang Baik
Jenis dan ukuran pot harus disesuaikan dengan jenis, bentuk, dan ukuran tanaman. Untuk pengepotan yang baik perlu diperhatikan :

Pilihlah pot tanaman dan media tumbuh yang sesuai dengan tanaman yang akan kita potkan. Pot juga harus disesuaikan dengan tempat dimana dan bagaimana pot tersebut diletakkan.

Bila pot dan media telah tersedia, pastikan pot memiliki lubang drainase yang cukup. Letakkan pecahan genting atau ijuk pada dasar pot agar drainase tetap baik. Isikan media kurang lebih 1/3 bagian pot. masukkan tanaman, usahakan media asal yang menempel pada tanaman masih ada, agar tanaman idak mengalami stres saat beradaptasi dengan kondisi dan media yang baru.

Tambahkan lagi media tanam, sambil tanaman dipegang terus dengan sebelah tangan. Setelah hampir penuh, tekan media perlahan-lahan dengan ibu jari agar tanaman dapat berdiri kokoh. Pot jangan diisi sampai penuh, sisakan sekitar 2 cm dari bibir pot agar mudah waktu melakukan penyiraman.

Setelah pengepotan selesai, siramlah tanaman secukupnya. Dinding luar dan dasar pot dibersihkan dari kotoran dan media tanam yang masih menempel sebelum diletakkan pada tempat yang diinginkan.

Cara Pengairan yang Tepat
Tiga cara sederhana untuk mengairi tanaman pot dalam ruangan yaitu :

Air diberikan melalui alas pot. Dengan cara ini air akan meresap ke atas ke media tanam dengan melalui sistem kapiler. Keuntungan media tidak terlalu basah, tetapi ketersediaan air cukup terjamin. Untuk membantu peresapan air ke media tanam sebaiknya dipasang tali dari media ke alas pot melewati lubang drainase.

Air diberikan langsung pada media tanam. Pada cara ini air dapat disiramkan langsung pada permukaan media tanam atau juga dapat melalui pipa yang ditancapkan ke media tanam. Usahakan air siraman tidak mengenai tanaman secara langsung.

Untuk tanaman pot denga media yang sudah amat kering, pengairan dapat dengan cara merendam pot sampai tenggelam dalam ember yang berisi air dengan catatan tajuk tanaman tidak terendam. pot segera dikeluarkan lagi dari dalam ember jika gelembung-gelembung tidak muncul lagi dari media tanam.

Waktu terbaik untuk melakukan penyiraman tanaman adalah di pagi hari sehingga dapat digunakan sepanjang hari.
Penulis : Lukman Supriyadi [lukmans@plasa.com]
Posted : 28/05/2002 04:05:27

Comments (3) »

Mencangkok

Mencangkok atau okulasi adalah teknik pengembangbiakan tanaman yg sangat cocok utk di tanam di dalam pot. Di samping karena qualitas buahnya terjaga sama spt induknya juga nantinya pohon tumbuh tidak terlalu tinggi. Pohon yg dikembangbiakan dg teknik cangkok tidak akan mempunyai akar tunggang.
Tanaman yg dapat dicangkok adalah tanaman buah berkayu keras atau berkambium. Contoh : Mangga, jambu, jambu air, jeruk, dll.

Alat-alat yg diperlukan :
1. Pisau yg kuat dan tajam.
2. Serabut kelapa atau plastik kresek.
3. Tali atau karet ban dalam bekas.
4. paku panjang 10 cm.
5. Ember atau apa saja media lain utk menampung air.
6. kursi/tangga/stegger, jika cabang terlalu tinggi.
7. Campuran tanah subur : Pupuk kandang : serabuk gergaji perbandingan 1:1:1

Langkah-langkah mencangkok :
1. Pertama, pastikan bahwa induk semang tanaman adalah dari varietas unggul, agar hasilnya nanti adalah bibit unggul juga.
2. Tentukan cabang yg lurus dan cukup besar agar nanti pohon cukup kuat utk mandiri. Kira-kira sebesar pergelangan tangan anak atau berdiameter 3 cm.
3. Selanjutnya, kerat pangkal cabang menggunakan pisau. Kerat sekali lagi dari keratan pertama berjarak sekitar satu kepalan tangan atau 5 cm.
4. Buang kulit antara keratan tadi.
5. Setelah kulit kayu bersih, kerok lendir/getah sampai bersih dan kayu tidak licin lagi.
6. Ambil serabut kelapa atau plastik secukupnya ikat bagian bawah dulu.
7. Bentuk sedemikian rupa sehingga membentuk penampung, isi dengan campuran tanah yg sudah dipersiapkan. Isian harus cukup padat dengan cara ditekan-tekan.
8. Ikat bagian atas serabut atau plastik dan pastikan campuran tanah tertutup rapat.
9. Buat lubang-lubang utk pembuangan air berjarak 1 cm antar lubangnya (jika medianya adalah plastik).
10. Siram air sampai air menetes dari cangkokan.

Tunggulah sekitar 4-6 minggu sebelum cangkokan siap dipisahkan dari induknya. Ingat selalu utk menyirami cangkokan setiap pagi dan sore hari. Utk memastikan bahwa tanaman yg dicangkok sudah jadi, check apakah sudah keluar akar yg cukup banyak, biasanya sampai menembuas plastik atau serabut pembungkus.
Jika kondisi ini sudah memenuhi syarat, potong tanaman dari induknya. Sebaiknya memotong menggunakan gergaji agar tanaman tidak rusak.
Kurangi daun dan ranting. sisakan beberapa lembar daun saja.

Mari berkebun

CU…

Mukti Prayitno

Comments (128) »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 31 pengikut lainnya.