Archive for Dari Ahlinya

Peralatan Berkebun

Ayo Berkebun!

Gembor Jika Anda suka berkebun dan bertanam, pasti sangat membutuhkan perlengkapan berkebun yang baik. Asal tahu saja, alat berkebun ternyata tak hanya gunting untuk alat potong, atau sekop untuk menggali tanah, lo. Ayo, kita kenali apa saja alat-alat yang bisa digunakan untuk merawat tanaman-tanaman koleksi Anda.

Alat untuk tanah:
Cultivator: Untuk menggemburkan dan meratakan tanah serta mengumpulkan daun kering.

Fork: Untuk meratakan tanah, mengaduk tanah yang padat, mengumpulkan daun kering, dan mencungkil batu-batuan.garpu

Trowel: Alat ini fungsinya sebagai sarana untuk menyendok, menyekop, menggali, mengaduk dan mencampur tanah, pupuk, dan media tanam lainnya.

Tranplanter: Untuk menggali, mengaduk, dan menggemburkan tanah dalam pot.
Juga buat melubangi tanah untuk memindahkan tanaman.

sendok Weed Puller : Peralatan berkebun yang digunakan untuk mencungkil dan mencabut rumput liar.

Scope Trowel: Penyekop media tanam yang kuat. Dapat menyekop media tanam dengan banyak sehingga menghemat tenaga karena desain sekop yang lebar.

Alat-alat Potong:
By pass blades: gunting untuk dahan yang basah.

Universal blades: gunting untuk di dapur atau tanaman, misalnya anggrek.

Anvil blades: untuk menggunting dan memotong tanaman.tang

By pass blades + anvil blades: punya dua fungsi.

Gunting rumput: untuk menggunting rumput.

Rachet: gunting yang dipakai untuk dahan besar, kering, keras, dan tua.

shower Selain itu, ada pula alat penyemprot air, semisal sprinklers, yakni penyebar air yang memutar seperti baling-baling. Ada juga selang air yang airnya keluar dari lubang-lubang selangnya. “Selang ini bisa dipergunakan untuk tanaman yang tidak boleh disiram dalam kondisi kencang, karena bisa-bisa tanaman akan stres, lalu mati. Misalnya, untuk keladi yang batangnya lunak, atau anggrek,” tutur Linda Ticoalu dari Adelia Garden Center.

Untuk tanaman yang emoh semprotan air yang keras bisa juga memakai semprotan (sprayer) khusus yang bisa mengeluarkan air secara lembut. “Kalau mau praktis, pakai dua semprotan dalam satu alat. Jadi, tinggal diputar saja mau yang kencang atau pelan,” kata Linda.

Bersihkan & Simpan
1. Bersihkan dan tetesi dengan minyak pada pisau gunting yang telah dipakai. Tak lain maksudnya agar pisau tetap awet dan tajam.
2. Peralatan berkebun setelah digunakan sebaiknya dibersihkan agar tidak mudah berkarat dan tahan lama.
3. Weed Puller sebaiknya jangan digunakan untuk mencongkel bongkahan tanah, karena bisa merusak alat tersebut.
4. Untuk keamanan, jauhkan alat-alat berkebun dari jangkauan anak-anak.shower2

Alat-alat koleksi: Adelia Garden Center, Flora Alam Sutera, Serpong, Tangerang (021 700 700 67).

Comments (4) »

Rambutan SARAT BUAH MESKI DALAM POT

Dari Tabloid Nova, Kamis, 5 Januari 2007, 9:20 AM

Buah Rambutan Banyak orang enggan menanam tabulampot rambutan. Alasannya, susah berbuah. Padahal, jika tahu caranya, tabulampot rambutan pun bisa berbuah lebat, lho.

Tanaman buah dalam pot (tabulampot) kini sudah tak asing lagi bagi para pecinta tanaman. Aneka tanaman buah yang dulu hanya ditanam di halaman yang luas, kini banyak ditanam orang di dalam pot. Namun, sepertinya tak banyak orang yang melirik tabulampot rambutan. Kenapa?

Jujur diakui, tabulampot rambutan seringkali mogok berbuah, bahkan tak pernah berbuah sekali pun. Malah, mati sebelum berbuah. Padahal, tanaman rambutan dalam pot sebetulnya bisa menghasilkan buah, asal kita tahu rahasianya.

Rambutan (Nephellium lappaceum) berasal dari Malaysia dan Indonesia. Kerabat dekatnya antara lain leci (N. litchi) dan kepulasan (N. mutabile). Sentral tanaman rambutan tersebar di berbagai daerah, seperti Bogor, Subang, Bekasi, Purwakarta, Semarang, Banyumas, Purbalingga, Purworejo, Magelang, Jember, Blitar, dan Lumajang, Sleman, Bantul serta DKI Jakarta, khususnya di Pasar Minggu.

Di negeri kita banyak varietas rambutan, entah itu varietas lokal maupun varietas unggul. Untuk varietas lokal, sebut misalnya Aceh Gundul, Aceh Gula Batu, Aceh Gendut, Aceh Kuning, Aceh Padang Bulan, Aceh Garing, Aceh Pao Pao, Aceh Kering Manis, Simacan, Sitangkue, Sinyonya, Brahrang, Hape, dan sebagainya. Sedangkan yang unggul, sekurang-kurangnya ada 8 varie­tas, antara lain Rapiah, Lebak Bulus, Anta Lagi, Sibongkok, Sibatuk Ganal, Garuda, Nona, dan Binjai.

PILIH VARIETAS BINJAI

Pohon Rambutan Pertanyaannya, varietas mana yang akan kita pilih untuk ditanam dalam pot? Belajar dari pengalaman, ternyata varietas Binjai yang “cocok” ditanam dalam pot. Alasannya, lebih cepat berbuah dibandingkan varietas lain. Apalagi jika bibitnya berasal dari okulasi, yang bisa berbuah kurang dari setahun. Varietas Binjai juga memiliki keindahan tersendiri. Ia memiliki 4 – 5 cabang dan karena itu lebih rimbun. Buahnya juga ngelotok dan manis.

Biasanya, wadah tanam tabulampot adalah pot dari tanah liat. Ukurannya tergantung kondisi bibit yang hendak ditanam. Misalnya, untuk bibit setinggi 50 cm, bisa digunakan pot berdiameter 30 cm.

Namun, untuk tabulampot rambutan, sebaiknya gunakan wadah tanam berupa drum. Ukuran drum sebaiknya agak besar, sebab ukuran bibitnya juga agak besar. Sebagai pedoman, gunakan bibit rambutan Binjai setinggi 60 – 75 cm dengan diameter drum sekitar 50 – 60 cm. Drum ini harus diberi lubang-lubang kecil di bagian dasarnya, kemudian diberi ganjalan berupa batu bata atau batako, sehingga pembuangan air penyiraman lancar. Selama ini, banyak variasi media tanam untuk tabulampot.

Misalnya campuran tanah gembur, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 5 : 1 : 2. Ada juga campuran pupuk kandang, pasir, dan sekam dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Ma sih ada lagi campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 2, atau campuran sekam dan pasir dengan perbandingan 1 : 1.

Yang perlu diketahui, tabulampot sangat sensitif terhadap media tanam yang memadat, yang mengakibatkan daun cepat mengering lalu rontok. Oleh karena itu, disarankan menggunakan media tanam berupa pupuk kandang seluruhnya. Lebih baik lagi jika pupuk kandang tadi diberi insektisida Furadan 3 G sebanyak 100 gram per drum. Ini untuk mencegah serangan hama.

TAHAP-TAHAP MEMASUKKAN PUPUK KANDANG KE DRUM

Pertama, masukkan pecahan batu bata ke dasar drum hingga mencapai seperempat bagian drum.

* Di atas lapisan batu bata, isikan selapis ijuk atau humus atau
daun-daun kering.
* Masukkan pupuk kandang hingga mencapai 2 cm di bawah bibir
drum.
* Siram hingga cukup basah.

MOGOK BERBUAH?

Keluhan sering muncul ketika tabulampot rambutan tak mau berbuah lagi. Bahkan, seumur-umur hanya berbuah sekali dan setelah itu macet. Padahal, perawatan sudah dilakukan. Termasuk penyiraman dan pemupukan. Jika menghadapi problema seperti itu, jangan cepat-cepat putus asa! Tanaman masih bisa direkayasa, kok.

Caranya, keluarkan tanaman dari drum, amati kondisi fisiknya, lalu pangkas sebagian daunnya. Setelah itu, tanam langsung di tanah. Sementara itu, siapkan juga media tanam (pupuk kandang) yang baru. Bila sudah tampak tunas-tunas baru, pindahkan tanaman dari tanah lapang ke drum. Gampang kan ?

CARA MENANAM BIBIT DALAM POT

Siram media tanam dalam polybag, lalu sobek, dan keluarkan bibit bersama tanahnya. Bila akar, daun, dan cabang tampak panjang, sebaiknya dipangkas.

1. Gali media dalam drum membentuk lubang. Sesuaikan ukuran lubang dengan ukuran perakaran bibit rambutan.
2. Tambahkan pupuk NPK, dengan perbandingan 15 : 15 : 15, sebanyak 100 gram, lalu aduk-aduk hingga merata.
3. Masukkan bibit ke lubang dalam drum. Pelan-pelan, tekan tanah pada bagian pangkal bibit pelan-pelan.
4. Siram sampai cukup basah.
5. Untuk sementara waktu, beri tutup kantung plastik transparan dan
letakkan di tempat yang teduh. Jika sudah tumbuh tunas-tunas baru,
singkirkan tutup.

TIPS PERAWATAN

Faktor perawatan kerap diabaikan. Padahal, sangat penting dan kerap jadi kunci keberhasilan penanaman tabulampot rambutan.

Perawatan apa saja yang harus kita lakukan?
1. Penyiraman
Di musim kemarau, penyiraman sangat perlu. Jika memakai air PAM, yang biasanya mengandung kaporit, sebaiknya endapkan dulu semalam, dan baru esoknya disiramkan. Namun, usahakan benar-benar jangan sampai air siraman menggenang lebih dari 12 jam. Genangan air bisa merangsang timbulnya penyakit busuk akar.

2.Penggemburan
Ingat, usahakan media tanam tidak memadat. Pemadatan media biasanya terjadi karena penyiraman yang berlebihan. Setelah itu, lakukan penggemburan dengan menggunakan sekop kecil. Hati-hati, jangan sampai merusak akarnya.

3.Pemupukan
Meski media tanam menggunakan pupuk kandang, pupuk organik masih diperlukan. Sampai umur 2 tahun, setiap 4 bulan, tambahkan NPK (15:15:15) sebanyak 25 gram per drum. Sejak umur 3 tahun dan seterusnya, setiap drum diberi 100 gram NPK (15:15:15). Caranya, benamkan pupuk NPK sedalam 10 cm, lalu siram hingga cukup basah.

4.Pemangkasan
Pemangkasan tabulampot rambutan di samping untuk membentuk habitus (kanopi) tanaman agar tampak pendek, juga agar cabang dan pertumbuhannya seimbang. Pemangkasan perdana dilakukan saat tanaman berumur kurang dari setahun, atau tinggi batang sekitar 75 – 100 cm dari permukaan drum. Cara pemangkasan adalah, untuk pemangkasan perdana, pilih 3 cabang primer. Bila panjang cabang primer mencapai 50 cm, pangkas ujungnya hingga tumbuh cabang-cabang sekunder. Pilih hanya tiga cabang sekunder per cabang primer. Selanjutnya, pangkas ujung cabang sekunder sampai tumbuh cabang tersier, dan pilih hanya tiga cabang tersier. Nah, dari ketiga cabang tersier inilah akan terjadi pembungaan dan pembuahan.

Comments (55) »

PEMILIHAN TEHNIK PERBANYAKAN VEGETATIF

Ada lima cara perbanyakan vegetatif buatan untuk tanaman buah yang sudah dikenal oleh
para penangkar bibit dan petani yaitu cara penyambungan, okulasi, penyusuan, cangkok dan
setek. Pada tiga cara yang pertama dikenal adanya istilah batang bawah dan batang atas.
Batang bawah berupa tanaman yang biasanya berasal dari biji. Tanaman dari biji sengaja
dipilih karena mempunyai keunggulan dari segi perakarannya, yakni tahan cendawan akar
dan mempunyai perakaran yang banyak serta dalam, sehingga tahan terhadap kekeringan
dan kondisi tanah yang becek. Sedangkan batang atas berupa ranting atau mata tunas dari
pohon induk yang mempunyai sifat unggul terutama dalam produksi dan kualitasnya. Dari
hasil menggabungkan sifat batang bawah dan batang atas ini diperoleh bibit tanaman yang
disebut bibit enten, okulasi dan susuan. Pada perbanyakan dengan cara mencangkok batang
bawah tidak diperlukan karena pada cara ini perakaran keluar langsung dari cabang pohon
induk yang dicangkok. Sedangkan cara setek pada prinsipnya menumbuhkan bagian atau
potongan tanaman, sehingga menjadi tanaman baru menumbuhkan bagian atau potongan
tanaman, sehingga menjadi tanaman baru.
Kelebihan bibit vegetatif yaitu selain berbuahnya persis sama dengan induknya, bibit juga
berumur genjah (cepat berbuah). Tanaman manggis asal bibit susuan berbuah lima tahun
setelah tanam, sedangkan bibit yang berasal dari biji baru berbuah 10-15 tahun setelah
tanam. Bibit durian okulasi bisa berbuah 4-6 tahun setelah tanam, sedangkan bibit asal biji
berbuah lebih dari 10 tahun setelah tanam.
Beberapa jenis tanaman buah-buahan tertentu sampai saat ini hanya berhasil diperbanyak
dengan cara tertentu pula. Ada jenis tanaman tertentu yang tidak bisa diokulasi karena
banyak mengandung getah. Rambutan dan kapulasan selalu gagal kalau disambung (enten)
karena pengaruh asam fenolat yang teroksidasi dapat menimbulkan pencoklatan (browning).
Resin dan asam fenolat ini bersifat racun terhadap pembentukan kalus. Sedangkan contoh
lainnya adalah belimbing dan manggis yang sulit sekali berakar bila dicangkok karena
kalusnya hanya menggumpal dan tidak mampu membentuk inisiasi (bakal) akar.
Dalam perbanyakan vegetatif tanaman buah-buahan, ada cara perbanyakan tertentu yang
lebih menguntungkan bila dilakukan pada jenis tanaman tertentu pula, sehingga cara
perbanyakannya menjadi cepat dan efisien. Tanaman manggis dan belimbing akan lebih
menguntungkan bila diperbanyak dengan cara enten, sedangkan durian menguntungkan bila
diperbanyak dengan cara okulasi.
Perbanyakan tanaman buah-buahan dengan cara penyusuan walau keberhasilannya tinggi,
tetapi kurang praktis dalam pengerjaannya, sehingga bibit yang dihasilkan per satuan waktu
menjadi sedikit. Sebagai contoh seorang pekerja yang sudah terampil mengokulasi durian,
dalam sehari (8 jam kerja) bisa mengokulasi 350-400 tanaman, sedangkan untuk penyusuan
hanya bisa mengerjakan 75-100 susuan sehari. Oleh karena itu perbanyakan dengan cara
penyusuan hanya disarankan sebagai alternatif terakhir dalam perbanyakan tanaman buah-buahan
seperti pada perbanyakan tanaman jenis nangka kandel yang keberhasilannya kurang
dari 20% bila diperbanyak dengan cara enten atau okulasi.
Dengan diketahuinya cara perbanyakan yang lebih menguntungkan untuk masing-masing
tanaman buah-buahan, maka akan diperoleh efisiensi tinggi dalam pengadaan bibit buah-buahan secara masal,walaupun dengan menggunakan cara konvensional.

Sumber : World Agroforestry Centre (ICRAF) & Winrock International

Comments (34) »

Jambu Air Baru

Jambu air setinggi 50 cm dalam polibag berderet rapi di salah satu greenhouse Taman Wisata Mekarsari (TWM), Cileungsi, Bogor. Buah ranum di cabang seketika mencuri perhatian. Sosok menarik berwarna hijau dengan ujung kemerahan. Tiap dompol berisi 3-4 buah kian membuat mata enggan mengalihkan pandang.

Dengan bobot 150 gram per buah, anggota famili Myrtaceae itu terlihat bongsor. Kulit mulus mempercantik bentuk buah yang membulat tanpa pinggang. Pangkal dekat tangkai datar, tidak meruncing seperti jambu air kebanyakan. Saat matang, ujung buah merekah dan warnanya jadi merah muda kecokelatan. TWM menyebutnya mutiara pink. Dinamai mutiara lantaran kulitnya halus mulus bak mutiara, mirip varietas black pearl asal Thailand. Embel-embel pink merujuk warna buah matang yang merah muda.

Bentuk membulat mengingatkan pada sosok red rose apple dari Thailand. Namun, warnanya lebih mirip varietas king rose apple. Syzigium samarangense itu tidak meninggalkan sensasi asam sedikit pun. Tekstur renyah dengan kadar air tinggi. Mayoritas tidak berbiji, meski biji muncul pada beberapa buah.

Mutiara pink berbuah dua kali setahun. Bunga mulai muncul pada akhir musim hujan, sekitar Maret-April. Buah pertama dapat dinikmati pada Mei-Juni. Setelah itu bunga dan buah terus bermunculan. Namun, puncaknya pada akhir musim kemarau atau Septembe r-Oktober, saat panen raya kedua. Di musim hujan tetap bisa berbuah tapi kurang manis. Itu lantaran kadar air buah tinggi sedang kadar gula tetap, kata Wilma, pakar tanaman buah TWM.
Seleksi

Buah mutiara pink yang besar dan berkulit mulus bukan tanpa campur tangan. Staf TWM melakukan seleksi buah dan pembrongsongan untuk meningkatkan kualitas. Seleksi dilakukan saat pentil. Buah cacat atau bentuknya tidak sempurna dibuang. Penjarangan itu menjadikan pasokan nutrisi ke setiap buah lebih banyak. Hasilnya, bobot dan tingkat kemanisan meningkat.

Lazimnya jambu air, mutiara pink juga rentan serangan lalat buah. Untuk mengatasinya, buah dibrongsong menggunakan plastik transparan sehingga kondisi buah gampang dikontrol. Keuntungan lain, dengan brongsong kulit buah jadi cerah karena proses pematangan, bukan oleh pengaruh sinar matahari.

Semula TWM memiliki 2 pohon induk. Pohon itu sudah ada sebelum TWM didirikan pada 1994. Ketika pohon mulai belajar berbuah, hasilnya mengejutkan. Tanpa perawatan memadai, kualitas buah sangat baik dan produktif. Oleh karena itulah, 3 tahun lalu mutiara pink diperbanyak dengan cara sambung pucuk.
Punya rival?

Nun di Surabaya, diam-diam seorang warga Kota Pahlawan menyimpan jambu air istimewa. Sosoknya juga bongsor dan berwarna semburat merah. Bobot jambu air milik Eddy Pattipeilohy dapat mencapai 120 g per buah. Warna merahnya lebih pucat ketimbang mutiara pink TWM yang merah muda kecokelatan. Manisnya melebihi jambu air kebanyakan, meski masih ada rasa masam yang tercecap.

Sama seperti TWM, Eddy melakukan seleksi agar buah bongsor. Sebelum bunga menjadi pentil, bunga di tengah dompol-biasanya terdiri dari tiga bunga-dibuang. Tujuannya agar bunga tersisa mendapat pasokan nutrisi lebih banyak. Buah juga dibrongsong dengan plastik. Kini tinggal para hobiis menentukan pilihan. Ingin mutiara pink atau rivalnya? (A. Arie Raharjo/Peliput: Kiki Rizkika)

Comments (5) »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 31 pengikut lainnya.