Tabulampot, Solusi Berkebun Di Lahan Sempit

Republlika Online, Rabu, 06 Oktober 2004

Pada tabulampot air dan pupuk dapat diserap sampai 80 persen. Sedangkan pada tanaman biasa air dan pupuk menyebar ke sekitarnya. Tinggal di perkotaan tapi ingin memuaskan hobi sekaligus memiliki kebun buah-buahan? Bisa. Ada tabulampot (tanaman buah-buahan dalam pot). Tak perlu lahan yang lapang, cukup di tempat terbatas, dan dapat diatur sesuai keinginan. Dalam kaleng bekas cat, drum, atau wadah-wadah lainya. Mediumnya pun bermacam. Tanah adalah medium yang biasa. Atau, Anda dapat memanfaatkan sekam.

”Sekarang model seperti ini lagi tren,” kata Marsono, konsultan pertanian dan pemasaran dari PT Niaga Swadaya pada pameran tanaman yang diselenggarakan Trubus di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, pekan silam.

Sebenarnya menanam tanaman buah dalam pot sudah lama dilakukan orang. Setelah besar biasanya tanaman dipindahkan ke lahan. Namun, tabulampot baru menjadi tren karena kini dianggap indah, dan bila dibisniskan hasilnya memuaskan.

Tabulampot bisa menjadi solusi bagi yang ingin berkebun di lahan sempit. Dengan memanfaatkan lahan yang tidak luas, beberapa jenis tanaman bisa ditempatkan dalam lokasi yang berdekatan. Selain itu, hampir semua jenis tanaman buah-buahan bisa ditanam dalam tabulampot. Seperti sawo, mangga, rambutan, jeruk, belimbing, kedondong, jambu air, nangka, salak, dan lainnya. ”Hampir semua, bisa kecuali durian, bisa dijadikan tabulampot. Sebab, akar durian tidak fleksibel seperti tanaman lain. Mungkin nanti suatu saat kalau teknologinya sudah ada pasti bisa,” tutur Marsono.

Dari semua jenis tabulampot, yang paling mudah ditanam adalah mangga dan jambu air. Sedangkan tanaman lainnya perlu ketekunan karena memiliki karakter yang berbeda. Selain itu, pada tabulampot proses berbuahnya lebih cepat dibanding tanaman biasa. Mangga tabulampot, misalnya, bisa berbuah dalam waktu sekitar tiga tahun. Mangga biasa perlu waktu hingga lima tahun.

Itu karena tabulampot ditanam di tempat yang terbatas sehingga pasokan air maupun pupuk bisa diatur sesuai keinginan dan tidak tersebar ke mana-mana. Berbeda dari tanaman biasa yang ditanam di atas lahan, pasokan air dan pupuk bisa menyebar ke tempat sekitarnya sehingga kebutuhan tanaman pada dua hal itu berkurang. ”Pada tabulampot penyerapan air dan pupuk sampai 80 persen,” kata Marsono.

Bila sudah tumbuh besar, tabulampot bisa dipindah ke tempat lain yang lebih besar. Rasa buahnya juga tidak berbeda dari tanaman biasa. Merawatnya juga tidak jauh berbeda dari tanaman biasa yang memerlukan air, pupuk, penggemburan, penyemprotan hama, dan sanitasi lingkungan.

Terbatas

Memiliki tabulampot bukan tanpa kelemahan. Karena peredaran akarnya dibatasi, otomatis kemampuan berbuahnya juga terbatas. Sebatang mangga tabulampot maksimal bisa menghasilkan buah antara lima sampai delapan untuk sekali musim panen. Berbeda dari pohon biasa yang jumlahnya bisa banyak. Kalau dipaksakan tanaman bisa tidak berbuah di musim berikutnya, atau mati. ”Karena itu, sebaiknya tabulampotnya banyak sehingga jumlahnya sama dengan sebuah pohon biasa.”

Usia sebuah tabulampot mangga maksimal sekitar 10 tahun. Pohon mangga biasa bisa puluhan tahun. Bagi yang hobi, kendala itu tidak menjadi masalah. Banyak orang yang bisa meraih sukses dengan hobi ini. Bahkan bisa mengembangkannya hingga berbuah dalam jumlah besar. ”Mengurusnya sama dengan mengurus anak,” kata Wahidin Yunus, pengembang tabulampot yang sukses.

Ia tertarik menjalankan hobi ini karena memang menyukai tanaman, dan lagipula tabulampot bisa dilakukan di lahan terbatas. Bermodal pekerjaannya di Sudin Pertanian Pemprov DKI dan lahan 1.000 meter persegi di kawasan Cimanggis, Bogor, ia memulai hobinya sejak empat tahun silam.

Hobi coba-coba itu tanpa disangka bisa berkembang pesat sampai kini. Wahidin mengatakan memiliki sekitar 100 pohon mangga, semangka, dan beberapa pohon lain seperti kedondong, rambutan, nangka dan sebagainya. Resep keberhasilan bisnisnya ini berkat informasi yang rajin ia serap dari berbagai pertemuan maupun pameran tentang tabulampot dan usahanya yang tanpa henti.

Selain itu, Wahidin menerapkan kiat yang sedikit berbeda dari pengembang tabulampot lainnya. Ia menggunakan sekam padi, pupuk, dan tanah merah. Ia menanam tabulampot dengan komposisi 4:1:2 (empat ember sekam padi, satu ember pupuk kandang, dan dua ember tanah merah). ”Cara seperti ini memudahkan kita memindahkan tanaman ke tempat lain,” ujarnya.

Bila tanaman terus berkembang, drum yang digunakan sebagai tempat menyimpan tabulampot jebol karena berkarat. Agar akar tidak tembus ke tanah, Wahidin mengganjal alas drum dengan batu bata secukupnya guna mencegah akar pohon masuk ke dalam tanah.

Tabulampot Mangga Paling Diminati

Dari tabulampot buah-buahan, tanaman mangga yang paling diburu pecinta tabulampot. Marsono, konsultan pertanian dan pemasaran PT Niaga Swadaya, mengungkapkan, tabulampot mangga yang belum berbuah biasanya dijual sekitar Rp 200 ribu per pohon. Namun, yang sudah berbuah bisa mencapai Rp 400 ribu lebih per pohon. ”Soalnya sudah terbukti berbuah dan terlihat cukup menarik,” katanya beralasan.

Ucapan Marsono itu dibuktikan oleh Wahidin Yunus, salah seorang pengembang tabulampot yang sukses. Tanaman mangganya yang ia buat tabulampot dengan modal sekitar Rp 100 ribu ia bisa menjual kembali seharga Rp 1,5 juta.

Mangga tabulampot miliknya bisa menghasilkan buah hingga 40 buah sekali musim panen. Ia mengakui, tanaman mangga paling mudah dijadikan tabulampot karena itu tanaman ini menjadi favorit para penggemar tabulampot, baik pemula maupun yang sudah lama.

Harga bibitnya relatif tidak terlalu mahal, yakni sekitar Rp 50 ribu hingga Rp 60 ribu dengan tinggi sekitar satu meter tiap pohon. ”Biasanya sekitar enam bulan sudah bisa panen,” ungkap Marsono.

Tentang bibitnya, Wahidin Yunus, salah seorang pengembang tabulampot yang sukses, mengaku memburunya hingga sampai ke Majalengka, Jawa Barat. Kawasan itu memiliki bibit tanaman, terutama untuk tabulampot, yang baik.

About these ads

24 Tanggapan so far »

  1. 1

    ikha said,

    Dulu saya pernah tertarik untuk membuat tabulampot juga, namun mjd tdk tertarik krn saya pikir akan sama saja dgn pohon buah biasa yg ditanam di lahan (maksudnya: pasti bisa membesar juga). Namun, setelah membaca artikel ini, keinginan utk memiliki tabulampot muncul lagi. Kira-kira, seberapa tinggi tabulampot yg dimaksud dlm artikel ini (krn tdk ada penjelasan ttg hal ini). Misalnya saja jambu air atau mangga. Mohon penjelasannya. Terima Kasih.

  2. 2

    Sebenarnya sudah ada, tapi tersebar di berbagai artikel.
    Oke Saya akan menyarikannya hanya untuk Anda.

    Tabulampot yg terpelihara dengan baik itu tinggi maksimalnya adalah 2 meter.
    Ini didapat dari perhitungan rumus 139.

    Artinya :
    1 batang + 3 cabang + 3 ranting.

    1 batang primer tinggi 1 m
    3 cabang sekunder panjang 30-50 cm
    9 ranting tersier panjang 30-50 cm

    Aturan ini bisa diterapkan asal Kita disiplin dari dejak dini. Dimulai saat menanam bibit dalam pot, pemangkasan rutin, pengemburan tanah rutin, dan pemupukan terjadwal.

    Semoga bermanfaat

    Mari berkebun…!

    Salam

    Mukti P.

  3. 3

    zulfa said,

    Alhamdulillah saya bersyukur telah ditakdirkan oleh Allah untuk membaca artikel ini, tetapi saya yang awam tabulampot ini belum tau apakah tabulampot Mangga dapat berbuah dengan intensitas sinar matahari yang kurang. Permasalahannya di pekarangan rumah saya dah banyak pepohonan. terimakasih atas jawabannya.

  4. 4

    Febri said,

    kog tabulampot sy buahnya pada rontok , kenapa yach ???/

  5. 5

    Andri said,

    Kenapa tabulapot saya byk semutnya dan bgmn mengatasinya. Thx

  6. 6

    Fakhri said,

    butuh waktu berapa lama agar tabulampot semanggka saya yang dari bibit sampai bisa berbuah

  7. 7

    wahyu said,

    saya punya lahan kosong, yang selama ini bingung dan belum dimanfaatkan,sedang pengetahuan berkebun saya tdk ada,..
    kebetulan saya buka blog ini..
    apakah buah yg dihasilkan bisa optimal, dan berapa lama dari tanam sampai bisa berbuah, sedang tanaman apa saja yang bisa di tabulampot ini.
    kira2 dimana ya saya bisa mendapatkan bibit untuk tanaman ini
    untuk memulai bisnis kecil2 an apa prospeknya bagus. terimakasih.

  8. 8

    masdar said,

    Mau memulai ah..
    untuk mengisi halaman atas yang kosong.
    Makasih semoga aku berhasil

  9. 9

    Dhilla said,

    Saya tertarik untuk mencoba berkebun dengan tabulampot……
    Terima kasih banyak ya atas artkel yang sangat bermanfaatnya.

  10. 10

    adityafacilitator said,

    wah sip.. langsung dicoba saja.. btw saya ada artikel tips membuka restoran di lahan atau area yang sempit.. klik disini.. terimakasih telah diberi tumpangan lewat..

  11. 11

    iwan said,

    saya tinggal dikaltim,dimana saya bisa mendapatkan bibit mangga “gadung” tabulampot?

  12. 12

    M-SEED said,

    Penawaran Diskon 25-35% segala Jenis Tanaman Buah
    Info Hangat … ! Diskon 25-35%

    Pada Kesempatan ini Kami dari Pembudidaya Durian Menoreh Kuning dan Jambon,
    Memberikan Penawaran Menarik untuk Para Penggemar Durian dan Segala Jenis Tanaman Hortikultura.

    SKPB – No: 124/BPSBP DIY/PNY/SLM/IV/2011

    Kami memberikan diskon 25%-35% …

    Untuk pembelian Segala Jenis tanaman: Durian Menoreh Kuning dan Jambon serta Varietas Horti lainnya (Belimbing dewi,Dondong Mini, Durian Montong, Durian Petruk, Durian Sitokong, Jambu Citra, Jambu Kancing, Jambu Sukun Merah, Jambu Austalia, Jeruk Nipis, Jeruk Siam, Klengkeng Aroma Durian, Klengkeng Itoh(cocok di daratan tinggi), Klengkeng Diamon River, Klengkeng Kristalin, Klengkeng Pimpong, Mangga Arum Manis, Mangga Mana lagi, Nangka Merah, Pendaka, Nangkada, Pete, Sawo Jumbo, Sawo Manila(Pot), sawo kecik, Rambutan Kelengkeng, Srikaya Jumbo, Sirsat Madu/Raja(besar dan Manis), Sukun, dll.

    Diskon mulai berlaku: 10 Juni – 10 Juli 2011.

    Pesan Segera … !
    Di M-SEED: Pusat Tanaman Buah Hortikultura

    PUSAT TUNGGAL Budidaya “Durian Menoreh Kuning dan Jambon” Varietas Durian Lokal RI Terbaru Unggul Nasional, SK Menteri Pertanian: 8 Mei 2007,No. 316/317/kpts/SR.120/5/2007, DAN TANAMAN HORTIKULTURA UNGGUL Nasional,

    Kontak: 0274-7004879/ 081313888479 (M-Seed) D.I. Yogyakarta.

    E-mail:menorehseed@gmail.com

    http://durianmenoreh.blogspot.com/

    Semoga Bermanfaat dan Berterima …

  13. 13

    Thanks, banget atas infonya… Skrg sy juga mau coba2 tanam mangga…

  14. 14

    kebunraja said,

    Nice info, berbagai macam bibit tanaman buah sekarang juga sudah bisa dijadikan tabulampot.

  15. 15

    preketek said,

    tambulampot jeruk saya bisa berbuah hingga 20-40 buah per pohon

  16. 17

    adi said,

    saya pnya pohon mangga sudah 10 th..
    tp knpa tdk berbuah2 ya..
    sya harus menambahkan pupuk apa ini???

  17. 18

    [...] Tabulampot, Solusi Berkebun Di Lahan Sempit [...]

  18. 19

    dah..nyoba tanaman mangga, dah berbunga tapi selalu gagal jd buah…diberi perlakuan apa ya..?

  19. 20

    MARSELA CHANDRA said,

    Saya mau tanya tentang jeruk mandarin, jeruk sunkis, jeruk sangtang bagimana cara bisa berbuah lebat.

  20. 21

    [...] Sumber: http://tabulampot.wordpress.com/2006/12/22/tabulampot-solusi-berkebun-di-lahan-sempit/ Share this:TwitterFacebookLike this:LikeBe the first to like this post. [...]

  21. 22

    Uun unwah said,

    Trims infony,.jujur sy sangat tertarik dg tabulampot,.dan pgn mencoba.tp apa sy bisa???

  22. 23

    ekanganjuk said,

    Info yg bermanfaat..

  23. 24

    Informasi Situs web Anda menarik, makasih infonya Gan. kunjungi juga http://varian.student.ipb.ac.id/


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 34 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: