Membuat Halaman Menjadi Taman
Republika Online, Minggu, 03 September 2006
Pernahkah Anda membayangkan kalau suatu saat kelak halaman atau pekarangan rumah Anda bakal bisa menjadi taman buah atau taman bunga yang indah nan cantik? Ya, hal itu dapat terujud, tergantung kemauan dan keseriusan kita.
Menurut pengusaha tanaman buah dan bunga, siapa saja, yang rumahnya memiliki halaman, dapat membangun pekarangannya menjadi taman buah atau taman bunga. Sebab untuk mewujudkan itu tidaklah sulit, hanya perlu keuletan dan perawatan atas tanaman-tanaman tersebut.
”Waktu kita memang akan sedikit tersita untuk mengurusi tanaman itu, misalnya mengatur penyiraman, pemupukan, pemangkasan, dan sesekali mengawasi kemungkinan datangnya hama tanaman,” ujar Yanti Permana, pengusaha tanaman buah dan bunga di kawasan Cibinong, Bogor, Jawa Barat.
Menurut wanita yang sudah sepuluh tahun berbisnis tanaman, saat ini banyak bibit buah atau bunga yang dijual di pasaran. Tanaman tersebut umumnya merupakan bibit unggul yang siap dikembangkan. ”Kita tinggal memilih bibit jenis buah atau bunga apa yang kita inginkan, semuanya tersedia,” ujarnya. Tanaman bibit buah dan bunga bisa ditanaman di halaman atau di pekarangan rumah dengan menggunakan pot. Untuk tanaman buah, biasanya menggunakan pot yang lebih besar, seperti drum, sementara untuk bunga, potnya lebih kecil.
Tanaman-tanaman ini semuanya cocok ditempatkan dimana saja, tapi sebaiknya diletakkan di titik yang mendapat sinar matahari. ”Ini agar pertumbuhannya lebih bagus,” paparnya.
Untuk jenis tanaman buah yang akan ditanam, dianjurkan agar disesuaikan dengan luas halaman atau pekarangan rumah. Jangan sampai pekarangannya kecil, lantas menanam bibit durian, misalnya. Ini tentu kurang cocok, sebab, pohon durian akan tumbuh agak tinggi dan perkembangannya melebar.
Yang lebih pas untuk ditaman di lahan yang lebih kecil, misalnya rambutan, jambu, sawo, atau mangga. Tanaman pot ini bisa berbuah meskipun pohonnya masih kecil dan pendek.
Untuk tanaman bunga, kita memilih pot yang sesuai dengan selera, tapi disarankan ukurannya tidak terlalu besar. Sebab terkadang pot yang besar akan mengganggu keindahan dari bunga itu sendiri. ”Disesuaikan dengan ukuran bunganyalah.” papar Yanti.
Lantas bagaimana tanaman itu agar cepat berbunga atau berbuah. Suwardi, petani tanaman di Jalan Pajajaran, Kota Bogor, menjelaskan, sebenarnya tidak ada kiat khusus agar tanaman itu cepat berbunga atau berbuah. Perawatannya pun biasa saja, namun perlu meluangkan waktu untuk mengurusinya agar kelak mendapatkan hasil yang maksimal.
Untuk tanaman bunga, lanju Suwardi, kita perlu mencocokkan jenis bunga dengan media serta pupuknya. Misalnya, bunga mawar. Medinya adalah tanah yang dicampur dengan kotoran hewan yang sudah kering. ”Agar tanaman ini cepat berbunga kita perlu memberinya pupuk NPK,” ujarnya.
Harus dipangkas
Dalam perawatan bunga mawar, harus dipangkas dan dipotong batangnya. Setiap kali selesai berbunga, batangnya dipotong hinga pendek. Dengan begitu akan muncul lagi tunas yang bercabang. Begitu dipangkas, pupuk NPK ditabur kembali di sekeliling batang (jangan mengenai batang dan daun). Makin banyak cabangnya, akan makin banyak pula bunga yang muncul. ”Dengan cara ini bunga akan terus muncul,” papar Suwardi.
Tanaman bunga lainnya juga hampir sama, misalnya bunga bougenvil. Tetap dilakukan pemangkasan dan pemberian pupuk NPK. Disebutkan, pupuk NPK cocok untuk hampir semua jenis tanaman bunga, termasuk buah. Pupuk ini akan lebih cepat merangsang munculnya bunga dan buah pada tumbuhan. Untuk tanaman buah, juga perlu pemupukan yang rutin, misalnya setiap tiga bulan sekali. Sekarang, seiring dengan makin manjunya industri pertanian, jenis pupuk yang ada di pasaran pun semakin beragam. Ada pupuk khusus untuk daun yang merangsang munculnya putik, ada juga untuk akar dan batang. ”Intinya pupuk itu semua bagus, asalkan sesuai dengan anjuran pemakaiannya.”
Sama dengan bunga, tanaman buah juga harus dipangkas, agar tunas dan cabang baru muncul serta pertumbuhannya tidak terlalu tinggi. Kata Suwardi, diusahakan juga agar daunnya tidak terlalu rimbun, karena itu perlu dipangkas. Dan yang paling penting, jangan lupa melakukan penyiraman, paling tidak dua kali dalam sehari. ”Kalau hal ini rutin dijalankan, tanaman buah dan bunga akan mendapatkan hasil maksimal. Dan halaman rumah Anda bakal berubah menjadi taman bunga atau taman buah.”
(kho )
ikha berkata,
10 Januari, 2007 @ 3:16 pm
Tolong ditambah artikel tentang pengembangbiakan bunga mawarnya donk (misalnya saja jenis-jenis mawar yg ada di Indonesia yg dapat ditanam dlm pot)….soalnya akhir-akhir ini, saya ingin sekali menanam mawar dalam pot dgn hasil yg memuaskan (berbunga banyak & sering). Terima Kasih.
muktiprayitno berkata,
11 Januari, 2007 @ 10:14 am
Kamis, 11 Januari 2007
Dear Mba Ekha .. (Anda suka mawar jd menurut Sy Anda Wanita, maaf kalau salah)
Terima kasih atas masukannya, mba…
Hanya saja, weblog ini sampai sekarang masih Sy khususkan utk tanaman yg bisa dikonsumsi (baca buah…red) bukan hanya dilihat seperti usulan Anda.
Dan, Sy jg maksudnkan weblog ini sebagai catatan buat Sy, jd sewaktu2 ada masalah dg TaBuLamPot Sy, Saya ada referensi utk mananggulanginya.
Maaf, usulan Anda tidak bisa Saya penuhi. Sy tidak menguasai ilmu itu.
Terima kasih loh..!
Mari berkebun…!
Salam
Mukti Prayitno
RINI berkata,
22 Januari, 2007 @ 7:55 am
Selama saya menanam mawar, bunganya selalu banyak meskipun tidak pernah saya beri npk. apakah yang menyebabkan mawar - mawar saya selalu berbunga setiap hari???
muktiprayitno berkata,
22 Januari, 2007 @ 10:38 am
Salam kenal mba Rini…
Banyak faktor yg mempengaruhi menanam pohon, baik itu bunga maupun buah. Utk kasus mawar mba Rini yg berkembang setiap hari, mungkin (mungkin ? Saya ngga berani memastikan karena posting Anda singkat sekali) memang kondisi tanah yg mba pakai itu subur sekali. bagaimana komposisi tanah utk menanam ? apakah tanah yg diambil dr kebun saja atau mba campurkan dengan pupuk kandang.
Atau malah mungkin Mba Rini ini tipe orang yg bertangan dingin ?
Mari berkebun…
Salam
Mukti P.
abu berkata,
20 September, 2007 @ 1:12 pm
bagaimana cara penanaman bunga mawar yang diambil dari batangnya, supaya cepat tumbuh
rika berkata,
20 September, 2007 @ 3:39 pm
bagus juga dan emang harus
epry berkata,
21 Oktober, 2007 @ 10:27 pm
bagus sekali blog Mas.. bermanfaat banget bagi saya, karena kebetulan saat ini saya ingin membuat taman bunga di depan rumah saya. saya menunggu tips2 anda selanjutnya. sejujurnya saya belum membaca blog anda secara keseluruhan…
tp saya yakin banyak di antara kita yang membutuhkan tulisan seperti ini. klo boleh usul, gimana klo dimuat gambarnya (bunga/buah) biar lebih menarik…Suwun Yo Mas.
pandu berkata,
25 Oktober, 2007 @ 12:35 pm
untuk tambulampot, agar sering berbuah apa ada pupuk khusus yang kita harus pergunakan?
besarnya pot apa juga berpengaruh untuk jenis tanaman buah?
mohon info ya kang
terima kasih banget sebelumnya
sintha berkata,
27 Oktober, 2007 @ 5:23 pm
bang,aku lagi sneng2nya nanem mawar.udah ada yang merambat di gerbang rumah sgala.tapi skarang kok daunnya ada yang berwarna kuning….kok bisa gitu??? trus musti di apain tuh??
johnner pasaribu berkata,
3 Nopember, 2007 @ 3:59 pm
bisakah pupuk npk di pakai untuk tanaman hias jenis aglaonema? dan bagaimana menentukan dosis penggunaan nya dan berapa lama jangka pemupukan nya trimakasih atas perhatian nya
Pikok H Suhendra, SP berkata,
12 Januari, 2008 @ 3:40 pm
Saya hobby mengkoleksi tanaman buah langka yang dapat hidup dan berbuah di dalam pot. Tetapi saya tidak tahu mencari kemana sumber bibitnya. dapatkah membantu saya untuk memberikan alamat penjual buah langka dalam pot ? Kalau bisa yang berada di dekat daerah saya. Saya di Medan (Sumatera Utara).
Terima kasih.
ratna lowvision berkata,
30 Januari, 2008 @ 9:53 am
saya sudah 2 th menanam bunga mawar,tetapi tidak pernah berbunga bunga hanya dia punya daun/ranting yg banyak. bagaimana caranya supaya mawar banyak bunganya?
azka sherine berkata,
8 Maret, 2008 @ 12:14 pm
saya nanam bunga mawar kira2 1 bulan yang lalu…awalnya sih,bunganya bagus waktu masih di penjualnya….tapi anehnya waktu saya yang ngrawat bunganaya jadi aneh!yang seharusnya warnanya kuning segar malahan jadi agak kehijauan dan cepat layu,kelopaknya tidak indah dan sangat jarang.Memang sih…intensitas mataharinya terlalu sering,krn kebetulan rumah saya menghadp ke barat sehingga bunga tdk mdpt sinar matahari pagi.Ditambah lagi teras rumah saya sangat kecil yg nebabin bunga tll sering kepanasan,apakah itu mempengaruhi untuk pertumbuhan bunga mawar?dan bagaimana seharusnya tempat yg baik untuk mawar?jawab ya……thnks
Agung berkata,
7 April, 2008 @ 3:16 pm
Saya sedang mencari melati gambir/jasmin.
Kalau ada yang punya kenalan mohon saya minta infonya.
Dulu saya pernah punya tetapi mati karena akarnya busuk terendam air
Agung
tari berkata,
6 Mei, 2008 @ 1:42 pm
saya sngt senang mawar,hampir semua tanaman d rmh sy mawar, tiap sore sy siram & 2mgg skli sy beri pupuk mutiara dikit2.tp knp daunya sedikit bunga jarang juga tdk mekar separti waktu di beli. malah busuk & mati . yg ingin sy tnykan apa krn tiap hari di siram jd busuk?at krn sering di beri pupuk(2mgg skli)
gmna mawar bisa tumbur bnyk bunga mekar.terimakasih.