Lebih Asyik dengan Tabulampot

TANAMAN hias untuk ruangan kerja atau ruangan tamu serta lobi sebuah hotel tidak hanya berupa bunga dan tanaman tanpa bunga. Tanaman hias itu juga bisa berupa tanaman buah dalam pot yang populer dengan sebutan tabulampot.

Tanaman buah dalam pot lebih asyik dan nikmat dipandang dibandingkan dengan tanaman hias berupa bunga dan nonbunga. Kenikmatan ganda bisa diperoleh dari tanaman buah dalam pot. Selain bisa memandangi indahnya bunga dan menghirup wangi bunga, kita juga bisa menikmati indahnya buah yang menguning bergantungan pada dahan.

“Buah yang menggantung itu juga lambang keberhasilan,” kata Dr Ir Reza Tirtawinata yang memperkenalkan dan mengembangkan tanaman buah dalam pot sejak tahun 1985-saat ini ia menjadi Kepala Divisi Riset dan Pengembangan PT Mekar Unggul Sari yang mengelola Taman Wisata Mekarsari (TWM), Cileungsi, Kabupaten Bogor-kepada Kompas dua pekan lalu.

Filosofi tanaman, papar pakar buah ini lebih lanjut, jika menanam tanaman, yang diharapkan tumbuh adalah batang dulu dan daun. Itu gampang, semua orang bisa melakukannya. Tetapi, kalau harus tumbuh batang, daun, dan keluar bunga, tidak semua orang bisa. “Hanya orang-orang yang benar-benar mencintai tanaman dan tekun merawat yang bisa membuat tanaman itu berbunga dan berbuah,” tutur Reza.

Urut-urutannya, menurut Reza, selalu batang dulu, keluar daun, disusul keluar bunga dan berbuah. “Jadi, buah itu paling sulit karena urutan terakhir. Kalau sukses dalam pemeliharaan sampai bisa berbuah, apalagi dalam pot yang terkendali, itu lambang keberhasilan. Tantangannya di situ,” kata Reza.

Ia menambahkan, tanaman buah dalam pot dari sisi estetika sangat tidak kalah dengan tanaman hias lainnya. Dia lalu menunjuk ke tanaman buah dalam pot, berupa jeruk siam dalam pot dari drum, sebagai tanaman hias di sudut ruang kantornya dan satu pot cabai rawit di atas meja kerjanya.

Tanaman buah dalam pot berupa jeruk siam yang lebat buahnya, kata Reza, tidak semua orang bisa membuatnya hingga lebat buahnya sampai masak di pohon.

“Kebahagiaan yang kita peroleh adalah bisa melihat buah itu berbuah lebat, memetik urusan lain, sayang kalau segera dipetik. Nah, kalau sudah masak benar baru dipetik dan dimakan. Jika kita mengikuti tanaman buah dalam pot sejak awal tanam sampai berbunga dan kemudian buahnya bergantungan, wah sungguh membuat kita jadi bahagia sekali,” tuturnya.

SEJAK bekerja sebagai Kepala Divisi Operasional merangkap Ketua Tim Staf Ahli di Taman Buah Mekarsari pada tahun 1994, Reza kemudian mengembangkan tanaman buah dalam pot dari berbagai jenis. Hal ini didorong oleh keinginan Ketua Yayasan Purna Bhakti Pertiwi Ny Tien Soeharto (almarhumah), pendiri Taman Buah Mekarsari, yang menginginkan tamu negara yang dibawa berkunjung di taman itu dapat memetik buah.

“Karena itu, lantas saya mengupayakan secara besar-besaran aneka jenis buah yang ditanam dalam pot sehingga dapat secara bergiliran tiap bulan ada tanaman yang berbuah. Dengan demikian, tamu negara yang diajak Bu Tien bisa memanen buah tinggal petik aneka tabulampot yang berbuah,” ujar Reza mengenang awal usaha pengembangan besar-besaran tanaman buah dalam pot pada tahun 1995-an.

Adapun buah-buahan yang bisa ditanam dalam pot adalah buah yang berukuran kecil, tak lebih dari setengah kilogram. Antara lain belimbing, jambu air, jambu biji, jeruk-jerukan, sawo, delima, kelengkeng, dan paling besar adalah buah mangga.

“Buah-buahan itu, apabila ditanam dalam pot, sungguh indah dan cukup memesona jika digunakan sebagai tanaman hias di ruang kerja, ruang tamu, dan lobi hotel. Namun, sampai kini tanaman buah dalam pot ini belum populer sebagai tanaman penghias ruangan,” kata Reza seraya menambahkan harga jual aneka tanaman buah dalam pot di TWM berkisar Rp 5.000 untuk cabai hingga Rp 3 juta untuk lengkeng dataran rendah yang sedang berbuah. Tanaman dengan harga paling tinggi yang pernah dijual dalam lelang oleh TWM adalah tanaman buah dalam pot delima hitam seharga Rp 25 juta.

Harga jual setinggi itu, menurut Reza, selain “membeli” keindahan tanaman delima yang sedang berbuah, juga karena terkait kepercayaan keberuntungan apabila memiliki tanaman buah delima hitam yang sedang berbuah.

Tanaman buah dalam pot yang awalnya digagas bagi penghuni rumah sehat sederhana yang sempit pekarangannya untuk berkebun itu kini berkembang menjadi tanaman hias. Kendati demikian, tanaman buah dalam pot yang di dunia hanya dikembangkan di Indonesia ini belum populer. Penggemarnya sangat terbatas. Bisa jadi hal itu disebabkan karena butuh ketekunan dan memerlukan perawatan sendiri. Padahal, menurut Reza, staf ahli TWM siap membantu.

“Beli dulu tanamannya, maka ’dokter’ tanaman kami siap datang, khususnya di wilayah Jabotabek, bila tanamannya sakit atau tak lagi mau berbunga. Dokter tanaman kami akan memeriksa dan kemudian memberi ’resep’ untuk membeli pupuk dan bagaimana cara memberikannya dan lain-lain. Apabila tanaman itu perlu dirawat, bisa dirawat inap di TWM. Jika sudah sembuh dan mulai berbunga, bisa diantar kembali,” kata Reza seraya menambahkan bahwa bisnis tanaman buah dalam pot juga cukup cerah karena yang dijual juga seni. Seperti diketahui, seni itu tak bisa diukur nilainya. (FX PUNIMAN)

Sumber : KCM

About these ads

3 Tanggapan so far »

  1. 1

    Lia said,

    Tabulampot emang asyik…. Untuk persediaan bibit dalam jumlah banyak, qta bisa pake Teknik Kultur Jaringan Lhooo.. Mudah Koq… Jadiii Ikutan aja Kursusnya
    KURSUS KULTUR JARINGAN TANAMAN SKALA RUMAH TANGGA.
    Diadakan oleh PKA, Fak. Pertanian UPN “Veteran” Yk.
    Pelaksanaan tgl 7,8,9 Maret 2008.
    Jam 09.00 – 15.00.
    Tempat di Lab. Kultur Jaringan Tanaman, Fak Pertanian UPN “Vet” Yk.
    Biaya Rp. 1.400.000,-/ orang.
    Pendaftaran di Ruang Pusat Kajian Agribisnis (PKA) (0274)486693, Ringroad Utara ConCat, Yk. Bisa juga via Rekening BNI CAPEM UGM atas nama HIDAYATI NINGSIH dengan rekening 38941149. Atau Hub: 081392985313/081931713557 (Lia). Ari: 08562900200
    Fasilitas: Buku Kuljar, Buku Penunjang lain, Handout kursus, Kursus-kit, Bahan kursus, makan siang.
    Materi: Kuljar Anggrek, Anthurium, Aglaonema dan Sansevierea. Pembuatan Media tanam (kimia dan alami/ alternatif), Sterilisasi (eksplan, media, peralatan,dll), aklimatisasi anggrek, diskusi dan konsultasi.
    Bagi yang ingin mencoba tanaman lain, dapat membawa bahan eksplannya sendiri.
    Kami melakukan pembimbingan dan konsultasi saat kursus, setelah selesai peserta kursus tetap dapat berkonsultasi GRATIS secara langsung maupun via sms dengan TIM kami bila mengalami kesulitan di dalam prakteknya.

  2. 2

    Welttech said,

    Salam agro,
    menyenangkan sekali melihat blog mengenai tabulampot berbagai buah ini. perkenankan kami untuk menginformasikan bahwa sejalan dengan visi agar buah nya semakin berkualitas baik (export) – tanpa scab (keropeng), lebih besar 10 – 15% dari ukuran umum, tanpa penggunaan pestisida untuk menghindari lalat buah , adalah produk kami yang bernama HEIGROW – pelindung buah berbahan nonwoven yang ringan, mudah terurai dan ekonomis.

    Untuk keterangan lebih detail, mohon e-mail kami di : welttech[at]welttech[dot]co[dot]cc . Sukses selalu !

  3. 3

    [...] Lebih Asyik dengan Tabulampot [...]


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 35 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: